“LSM Menyorot
Kejari Nganjuk Setengah Hati Menangani Kasus Kemenag”
NGANJUK_LR
Lembaga Swadaya Nasyarakat (LSM) MAPAK
beserta warga berdemo di Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Pengadilan Negeri (PN)
Nganjuk, Kamis (10/12/2015). Mereka meminta agar
dua lembaga tersebut serius dalam menangani kasus korupsi.Perayaan ini merupakan momentum
bagi semua pihak untuk melakukan perlawanan terhadap korupsi. Demo puluhan orang itu dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi. Para pendemo datang menggunakan sepeda motor, becak dan sebuah mobil bak terbuka dengan sound system lengkap,yang pertama kali disasar adalah kantor kejari Nganjuk.
Begitu sampai di kantor tersebut, massa beserta LSM MAPAK langsung membeber spanduk dan poster tuntutan. Massa juga melakukan orasi secara bergantian.Setelah itu, massa bergeser menuju kantor Pengadilan Negeri. Lagi-lagi, mereka menggelar orasi secara bergantian di depan kantor tersebut. Demo dalam rangka peringatan Hari Anti korupsi itu mendapat pengawalan ketat dari petugas Polres Nganjuk beserta jajarannya dan juga dikawal KODIM Nganjuk.
Kesadaran beragama sepatutnya membuat orang takut melakukan tindak pidana tersebut.Namun harus ada
program revolusi mental tentang gambaran masyarakat yang
kesusahan akibat perilaku korupsi para pejabat.
Aksi solidaritas hari anti
korupsi Yanto Kancil mengatakan berdasarkan laporan dari daerah,
terindikasi ada kejaksaan setempat yang
menggelar pertemuan dengan beberapa aktivis diruang jaksa yang diwakili kasi Intel M.
Anwar Zakaria, kasi Pidum juga kasi lainnya, dihadiri juga Kabag ops Polres Nganjuk Sutono juga perwakilan dari media
elektronik dan juga media cetak.
Harusnya kejadian tersebut tidak terjadi.Semua pihak,
baik itu aktivis dan penegak hukum harus mengevaluasi."Mereka harusnya juga semakin konsisten melawan korupsi,
bukan hanya jadi pihak yang selalu mengevaluasi," kata pria yang
akrab disapa Kancil ini.
Konsistensi aktivis serta penegak hukum adalah bagian dari sikap pertahanan negara itu sendiri.Pasalnya bila korupsi berkurang,
kesejahteraan pun semakin terasa di masyarakat sehingga mereka yakin bahwa negara selalu ada untuk mereka.
Pri MAPAK, korlap aksi mengatakan, pihaknya berharap agar Kejari tidak main-main
dalam mengusutkasus-kasus korupsi dan penanganan masalah KEMENAG masih setengah hati.
Pri MAPAK mencatat, hingga saat ini masih banyak kasus korupsi yang mengendap di
Kejaksaan dan pengadilan.Semisal, kasus yang belum tuntas tap ipejabatnya sudah mutasi
di luar daerah Nganjuk,“pungkasnya.
"Ini aneh.Masih banyak kasus korupsi yang mengendap.Makanya kami berharap Kejari dan Pengadilan Negeri tidak main-main dalam menangani kasus korupsi.Harus segera dituntaskan,
makanya hukum tajam diatas tumpul dibawah contoh maling pitek aja dihukum seberat mungkin sedangkan maling uang Rakyat/korupsi
yang punya uang banyak dihukum seringan mungkin, mana keadilanmu," teriak Pri Mapak dalam orasinya. (Ksn)

No comments:
Post a Comment