Wakil rakyat dinilai melempem,..!!!
Mana janjimu PAK BUPATI…..!!!!
NGANJUK - LR
Para pedagang kios melakukan aksi protes terhadap
kepala SATPOL PP kabupaten Nganjuk Hariono atau disapa herex saat penertiban di
terminal bus Kertosono yang akan dijadikan RSUD Kertosono pada hari sabtu jam
10.00 WIB (12/12/15). Upaya penertiban pun sempat terhambat dengan adanya aksi
protes dari para pedagang.
Para pedagang pun menilai, aksi pembongkaran sepihak
yang dilakukan pemerintah Nganjuk terkesan sangat merugikan pedagang sebab para
pedagang belum mendapat ganti rugi dari pemerintah daerah setempat. Sebelumnya
para pedagang yang diwakili oleh ketua paguyuban dan pedagang kios terminal bus
Kertosono telah melakukan mediasi bersama anggota dewan komisi C dan komisi D
untuk mendampingi pembongkaran kios tersebut.
Ternyata, sampai pembongkaran wakil rakyat dari komisi
C dan komisi D tidah muncul batang hidungnya. Apa itu yang dinamakan wakil
rakyat, dimintak bantuan aja alasannya lagi refresing di malang. Tolong pak
wakil rakyat, kalo membantu kita jangan setengah – setengah, kalian adalah
wakil kami untuk mengaspirasi tuntutan kita,” pungkas Izmu dengan tegas.
Pada saat negosiasi sebelum pembongkaran kios
pedagang, KASAT pol pp berdialog dengan para pedagang dihadapan puluhan
personil mengatakan “kios ini harus dibongkar dan pemerintah daerah tidak
memberikan ganti rugi,”. Pernyataan yang disampaikan Hariono memicu sikap
ketidak transparan tentang adanya pembongkaran kios, itupun pernyataan yang
dilayangkan lewat surat tidak melalui pemerintah daerah dalam hal ini SEKDA.
Tetapi ada kelemahan yang membuat surat pernyataan yaitu kantor SATPOL PP,!!
ancap izmu.
Izmu jazuli selaku ketua paguyuban merasa kecewa
tentang adanya ketidak transparanan dalam hal ini kasat pol pp waktu
bernegosiasi tidak bisa menjelaskan secara pasti bahkan terkesan egois dan
adanya unsur kekuasaan, Hariono atau biasa disapa herex sempat naik pitam. Dia
dengan tergopoh gopoh menjawab pertanyaan yang disampaikan para pedagang kios
dan jawabannya tidak masuk akal.
Pembongkaran ini melibatkan ratusan personil gabungan
dan juga pln wilayah Kertosono untuk memutus aliran listrik, siap merelokasi
bangunan kios yang ada di sekitar terminal bus Kertosono. Pedagang yang
menempati kios – kios hanya bias pasrah melihat kiosnya dibongkar oleh petugas
tanpa ada perlawanan.
Di tempat terpisah, ketua ormas PAGAR JATI yaitu Agung
Prasetyo mengatakan seharusnya pemerintah daerah dalam hal ini PEMKAB harus
proaktif dalam membantu relokasi para pedagang kios terminal bus kertosono, dia menyayangkan tidak adanya titik temu dimana para pedagang juga butuh
tempat yang layak untuk berjualan. Ormas PAGAR JATI akan ikut membantu pedagang
kios terminal bus Kertosono untuk mencari keadilan yang layak, demi
kesejahteraan para pedagang. (Why/Kus)

No comments:
Post a Comment