Koran Republik News

Monday, December 14, 2015

Pembongkaran Kios Terminal Kertosono Diwarnai Aksi Protes

Wakil rakyat dinilai melempem,..!!!
Mana janjimu PAK BUPATI…..!!!!
NGANJUK - LR
Para pedagang kios melakukan aksi protes terhadap kepala SATPOL PP kabupaten Nganjuk Hariono atau disapa herex saat penertiban di terminal bus Kertosono yang akan dijadikan RSUD Kertosono pada hari sabtu jam 10.00 WIB (12/12/15). Upaya penertiban pun sempat terhambat dengan adanya aksi protes dari para pedagang.

Para pedagang pun menilai, aksi pembongkaran sepihak yang dilakukan pemerintah Nganjuk terkesan sangat merugikan pedagang sebab para pedagang belum mendapat ganti rugi dari pemerintah daerah setempat. Sebelumnya para pedagang yang diwakili oleh ketua paguyuban dan pedagang kios terminal bus Kertosono telah melakukan mediasi bersama anggota dewan komisi C dan komisi D untuk mendampingi pembongkaran kios tersebut.

Ternyata, sampai pembongkaran wakil rakyat dari komisi C dan komisi D tidah muncul batang hidungnya. Apa itu yang dinamakan wakil rakyat, dimintak bantuan aja alasannya lagi refresing di malang. Tolong pak wakil rakyat, kalo membantu kita jangan setengah – setengah, kalian adalah wakil kami untuk mengaspirasi tuntutan kita,” pungkas Izmu dengan tegas.

Pada saat negosiasi sebelum pembongkaran kios pedagang, KASAT pol pp berdialog dengan para pedagang dihadapan puluhan personil mengatakan “kios ini harus dibongkar dan pemerintah daerah tidak memberikan ganti rugi,”. Pernyataan yang disampaikan Hariono memicu sikap ketidak transparan tentang adanya pembongkaran kios, itupun pernyataan yang dilayangkan lewat surat tidak melalui pemerintah daerah dalam hal ini SEKDA. Tetapi ada kelemahan yang membuat surat pernyataan yaitu kantor SATPOL PP,!! ancap izmu.

Izmu jazuli selaku ketua paguyuban merasa kecewa tentang adanya ketidak transparanan dalam hal ini kasat pol pp waktu bernegosiasi tidak bisa menjelaskan secara pasti bahkan terkesan egois dan adanya unsur kekuasaan, Hariono atau biasa disapa herex sempat naik pitam. Dia dengan tergopoh gopoh menjawab pertanyaan yang disampaikan para pedagang kios dan jawabannya tidak masuk akal.

Pembongkaran ini melibatkan ratusan personil gabungan dan juga pln wilayah Kertosono untuk memutus aliran listrik, siap merelokasi bangunan kios yang ada di sekitar terminal bus Kertosono. Pedagang yang menempati kios – kios hanya bias pasrah melihat kiosnya dibongkar oleh petugas tanpa ada perlawanan.


Di tempat terpisah, ketua ormas PAGAR JATI yaitu Agung Prasetyo mengatakan seharusnya pemerintah daerah dalam hal ini PEMKAB harus proaktif dalam membantu relokasi para pedagang kios terminal bus kertosono, dia menyayangkan tidak adanya titik temu dimana para pedagang juga butuh tempat yang layak untuk berjualan. Ormas PAGAR JATI akan ikut membantu pedagang kios terminal bus Kertosono untuk mencari keadilan yang layak, demi kesejahteraan para pedagang. (Why/Kus)

No comments:

Post a Comment

Search