![]() |
| Hj.Machdiani Nornaningsih Kabiro Gresik Berita Lintas Republik |
LINTAS REPUBLIK
Apakah yang dimaksud sebagai ilmu
jurnalistik? Ilmu jurnalistik adalah bagian dari ilmu publisistik (to publish
atau publikasi). Publisistik sendiri merupakan bagian dari ilmu komunikasi.
Makna jurnalistik adalah hal ihwal yang berhubungan dengan persurat kabaran
(media massa cetak atau pers). Secara lebih sederhana, jurnalistik sering
diartikan sebagai ilmu tentang tulis menulis di media massa. Ilmu jurnalistik
adalah pengetahuan tentang kewartawanan, artinya seorang jurnalis sama halnya
dengan wartawan yang merupakan suatu profesi yang mana mencari, mengolah
didalam memperoleh sebuah informasi yang selanjutnya disebarluaskan ke
masyarakat melalui media cetak dan elektronik.
Sekarang ini profesi jurnalis atau
wartawan tidak hanya terkait dengan media massa cetak saja, tapi juga radio,
televisi, kantor berita dan multimedia (website). Di manakah kita bisa belajar
ilmu jurnalistik? Secara formal, ilmu jurnalistik bisa dipelajari di perguruan
tinggi negeri maupun swasta, melalui program diploma, strata 1, 2 (magister)
dan 3 (Phd / Dr). Umumnya jurnalistik hanya menjadi Satuan Mata Kuliah (SKS)
dari jurusan publisistik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Namun ada juga dibeberapa perguruan tinggi, yang menjadikan jurnalistik sebagai
salah satu jurusan di Fakultas Publisistik bersamaan dengan Advertising dan
Public Relation (PR / kehumasan).
Sejak
kapankah karya jurnalistik mulai ditulis? Karya jurnalistik mulai dibuat
sejak jaman Mesir Kuno, yakni ketika kultur manusia mengenal peradaban menulis.
Bentuk tulisan yang pertama berkembang adalah reportase (to report atau
melaporkan). Peninggalan karya jurnalistik tertua (1.500 SM) berupa manuskrip
berhuruf hieroglyph di atas daun papyrus (paper atau kertas) dan relief dinding
batu di salah satu kuil di Mesir. Isi manuskrip adalah perjalanan seorang Raja
Mesir (Fir'aun) untuk menaklukkan kota Megido (sekarang Lebanon). Pada jaman
Julius Caesar (Romawi, 100 – 44 SM), laporan pandangan mata dari medan perang
ditulis dan dipasang secara periodik di papan pengumuman di kota, menuliskan
hasil perjalanan yang dilakukan oleh para jurnalis Cina kuno, yang mana pada waktu itu berlayar bersama
para pedagang dan penyebar agama Budha.
Sejak
kapankah ilmu jurnalistik berkembang? Ilmu jurnalistik berkembang sejak
abad XV, bersamaan dengan diketemukannya mesin cetak oleh Johann Gutenberg dari
Jerman. Maka sejak saat itu berkembang juga penerbitan buku. Selain buku juga
terbit media berkala secara periodik dan dicetak massal untuk dijual ke
masyarakat luas. Bersamaan dengan berkembangnya media massa melalui cetak,
berkembang pula ilmu jurnalistik.
Apakah
untuk menjadi wartawan profesional seseorang harus memiliki pendidikan formal
seperti halnya dokter, pengacara, akuntan publik, pilot dan awak kapal?
Tidak harus, Siapa
pun bisa berprofesi sebagai wartawan asalkan memiliki keterampilan sesuai
dengan standar yang ditetapkan oleh media massa tempatnya bekerja (wartawan
tetap) dan yang dikirimi tulisan / foto (wartawan free lance atau kontributor
tetap). Jadi profesi wartawan berbeda dengan dokter, pengacara, akuntan publik,
pilot dan awak kapal yang mana harus memiliki pendidikan khusus dengan standar
Internasional.
Selain
melalui pendidikan formal di perguruan tinggi, di manakah seseorang bisa
belajar ilmu jurnalistik?
Biasanya calon
wartawan dengan pendidikan strata 1 berbagai jurusan, setelah diterima bekerja
di perusahaan media massa selanjutnya akan dididik (diberi bekal ilmu
jurnalistik) melalui program in house training. Selain itu, cukup banyak kursus
dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga swasta,
Seseorang yang berminat untuk belajar ilmu jurnalistik bisa mengikuti training
di lembaga swasta tersebut.
2. Dunia Media Massa
Apakah
yang dimaksud sebagai media massa?
Media massa atau kadang hanya disebut sebagai media adalah peralatan
(sarana) untuk menyebarkan suatu informasi kepada masyarakat. Media massa ada
yang bersifat komersial (dijual dan menerima iklan) dan Ada pula yang bersifat
non komersial, dibiayai oleh lembaga penyelenggaranya. Biasanya media massa non
komersial diselenggarakan oleh lembaga-lembaga kenegaraan, keagamaan, pemerhati
lingkungan dan sosial kemasyarakatan, atau sebagai alat promosi dan PR bagi
perusahaan besar. Misalnya majalah maskapai penerbangan yang ditaruh di
masing-masing kursi pesawat.
Ada
berapa macam media massa saat ini? Saat ini kita mengenal media massa
cetak, media massa radio, media massa film (bioskop), media massa televisi,
kantor berita, media massa luar ruang (poster, spanduk, billboard, balon) dan
multi media (internet / web site).
Media
massa manakah yang paling terkait dengan pekerjaan jurnalistik? Yang paling
terkait dengan pekerjaan jurnalistik adalah media massa cetak, radio, tivi dan
kantor berita. Sementara film, media luar ruang dan multi media kurang terkait
dengan kerja jurnalistik secara langsung.
Media
massa manakah yang paling berpengaruh saat ini?
Media massa yang
paling berpengaruh saat ini adalah televisi. Sebab daya jangkau televisi sangat
luas, serentak dan cepat. Nomor dua media massa cetak. Media massa radio dan
pernah berperan sangat besar pada waktu perang dunia I maupun II. Sebab, pada
saat itu media televisi belum berkembang seperti sekarang. Media kantor berita
biasanya hanya berbentuk buletin atau berupa website. Fokus kantor berita
internasional saat ini adalah fotografi.
Mungkinkah
salah satu bentuk media massa itu akan mati karena desakan jenis media yang
lebih kuat?
Tidak mungkin
Sebab, masing-masing memiliki kekuatan yang tidak tergantikan. Contohnya media
radio yang pernah sangat berpengaruh pada era perang dunia II, kemudian surut
karena terdesak media televisi pada tahun 1980an. Namun media radio kembali
menemukan perannya ketika lalu lintas di kota besar menghadapi masalah
kemacetan. Di sinilah radio kembali memegang peranan penting dan menemukan
pasarnya. Media radio cocok untuk masyarakat / orang yang sedang melakukan sesuatu
hingga tidak mungkin membaca atau menonton tivi. Misalnya mereka yang sedang
mengemudikan mobil, bekerja di pabrik, kebun dll.
3 Media Massa Cetak
Apa
sajakah yang dikatagorikan sebagai media massa cetak? Yang dikatagorikan
sebagai media massa cetak adalah koran, tabloid, majalah, bulletin, jurnal dan
news letter. Apakah yang membedakan media
massa cetak dengan buku? Media massa cetak diterbitkan secara periodik,
dengan nama penerbitan sama, diberi nomor serta tanggal terbit dan memuat isi
yang bersifat faktual. Sementara buku tidak terbit secara periodik dan memuat
isi yang tidak bersifat faktual.
Bagaimanakah
periodisasi terbitnya media massa cetak? Periodesasi terbitnya media massa
cetak pada umumnya adalah harian, mingguan, dua mingguan, bulanan, dua bulanan,
tiga bulanan, empat bulanan, tengah tahunan dan tahunan. Media massa yang
terbit harian, umumnya koran. Sementara yang terbitnya dua bulanan sampai
setahun sekali umumnya jurnal. Periodesasi yang paling banyak digunakan, selain
harian adalah mingguan dan bulanan. Biasanya tabloid dan majalah menggunakan
pola terbit mingguan dan bulanan.
Bagaimanakah
media massa cetak dibuat? Media massa cetak dibuat dengan cara mencari dan
mengumpulkan bahan, baik bahan tertulis, gambar dan foto. Pekerjaan ini
dilakukan oleh para wartawan. Bahan itu diolah menjadi tulisan oleh redaksi,
untuk selanjutnya ditata dalam halaman-halaman penerbitan, dibuat film dan
plate lalu dicetak, untuk majalah harus dijilid dan kemudian diedarkan. Baik
secara cuma-cuma maupun dijual.
Bagaimanakah
media massa cetak diedarkan? Media massa cetak diedarkan secara cuma-cuma
oleh lembaga kenegaraan/pemerintahan, keagamaan, perusahaan dll. Media massa
cetak yang diedarkan secara komersial bisa dijual di agen koran / majalah (di
lapak) dijual para pengasong di jalan raya, di toko buku serta terkadang
dijadikan langganan oleh konsumen. Pelanggan bisa menerima penerbitan media
massa melalui jasa pos, hantaran atau loper yang dipekerjakan oleh agen.
Bagaimanakah
penerbitan media massa cetak dibiayai? Media massa cetak non komersial,
dibiayai oleh anggaran lembaga yang menerbitkannya, karena akan diedarkan
secara cuma-cuma. Media massa cetak komersial, dibiayai dari penjualan media
massa tersebut, uang langganan dan jasa penjualan halaman untuk dipasangi
iklan. Ada pula pemasukan dari advertorial (iklan dalam bentuk artikel). Media
massa tertentu, juga memperoleh pendapatan dari produk pendukungnya (barang
promosi). Bahkan kadang-kadang produk pendukung ini justru bisa mendatangkan
pemasukan lebih tinggi.
Apakah
untuk menerbitkan media massa cetak memerlukan ijin khusus? Sebelum tahun
1998, penerbitan media massa cetak memerlukan ijin khusus yang pengurusannya
sangat rumit dan berbelit serta memerlukan dana besar. Hingga pada waktu itu
SIUPP (Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers) memiliki nilai komersial yang sangat
tinggi. Setelah tahun 1998, penerbitan media massa cetak bisa dilakukan dengan
bebas oleh siapa saja.
4 Wartawan, Redaktur dan Penulis
Lepas
Apakah
yang dimaksud sebagai wartawan, redaktur dan penulis lepas? Wartawan,
jurnalis atau reporter adalah profesi untuk memperoleh informasi dengan
mendatangi sumbernya untuk meminta konfirmasi temuannya. Istilah yang
dipergunakan untuk melakukan pekerjaan ini adalah meliput. Hasil liputan para wartawan,
akan ditulis dan diserahkan ke redaktur untuk diseleksi, diolah lagi dan
disajikan dalam bentuk tulisan di media cetak, siaran radio atau televisi.
Penulis / wartawan lepas (free lance)
adalah penulis berita, reportase, artikel, feature dan bentuk tulisan lain yang
tidak terikat (bekerja) di satu lembaga. Penulis / wartawan lepas bisa bekerja
di rumah masing-masing dan mengirimkan hasil tulisannya ke media manapun.
Ada
berapa macamkah wartawan yang biasa melayani media massa? Sesuai dengan
medianya, ada wartawan media massa cetak (koran, tabloid, majalah) wartawan
radio, wartawan televisi dan wartawan kantor berita. Kalau dilihat dari jenis
pekerjaannya ada wartawan biasa yang pekerjaannya menulis berita dan ada
wartawan foto yang pekerjaannya memotret. Dengan berkembangnya media televisi,
kemudian dikenal pula nama reporter, pekerjaannya mewawancarai sumber berita
dan seorang cameraman, tugas cameraman mengambil gambar audio visual dari
peristiwa atau sumber. Dilihat dari prestasinya, ada wartawan biasa dan ada
pula wartawan senior. Yang disebut wartawan senior, bukan mereka yang sudah
menggeluti profesi kewartawanan cukup lama atau usianya sudah tua, melainkan
yang mampu mencapai prestasi kerja kewartawanan dan diakui oleh masyarakat.
Apakah
beda wartawan dengan redaktur? Wartawan adalah pemburu informasi di
lapangan, sementara redaktur adalah juru masak yang memberi order peliputan,
mengumpulkan hasil liputan dan mengolahnya menjadi tulisan. Di koran-koran
besar, wartawan dikelompokkan sesuai dengan rubrik yang ditangani. Misalnya
wartawan ekonomi, politik, olahraga, budaya dll. Masing-masing rubrik dikepalai
oleh redaktur yang disebut desk.
Apakah
yang disebut pemimpin redaksi, redaktur pelaksana, redaktur pracetak dan
sekretaris redaksi? Pemimpin redaksi adalah pemegang kekuasaan tertinggi di
bagian redaksi sebuah media massa. Pekerjaan utamanya adalah membuat kebijakan
dan meneruskannya ke redaktur pelaksana untuk diaplikasikan pada kegiatan
sehari-hari. Di koran besar, redaktur pelaksana memimpin desk yang
masing-masing dibantu oleh wartawan rubrik. Selain itu ada wartawan non desk
yang biasanya langsung berada di bawah redaktur pelaksana atau pemimpin
redaksi. Redaktur pracetak adalah redaksi yang pekerjaannya menangani layout
penerbitan pers termasuk segi artistiknya. Di koran-koran pagi biasanya juga
dikenal istilah redaktur malam. Yakni redaksi yang bertugas pada malam hari
sebelum sebatas waktu deadline koran untuk naik cetak. Sekretaris redaksi
adalah kepala rumahtangga redaksi. Urusannya mulai dari administrasi naskah,
uang transpor, honor, kegiatan rapat dll. Sekretaris redaksi bertanggungjawab
langsung kepada pemimpin redaksi.
Manakah
yang jenjangnya lebih tinggi wartawan, redaktur atau redaktur pelaksana?
Wartawan dan redaksi adalah jenis pekerjaan yang berbeda. Wartawan adalah
jenjang profesi. Sama dengan dosen, dokter, pengacara dll. yang jenjangnya
sangat tergantung dari keahlian dan prestasinya dalam menjalankan profesi.
Sementara redaktur (desk), redaktur pelaksana, pemimpin redaksi, redaktur
pracetak dan sekretaris redaksi berikut para wakilnya adalah jenjang
struktural. Hingga bisa saja penghasilan seorang wartawan senior dalam satu
perusahaan pers, lebih tinggi dari redaktur bahkan redaktur pelaksananya. Sama
halnya dengan di rumah sakit atau perguruan tinggi, yang gaji dokter spesialis
atau guru besarnya lebih tinggi dari kepala bagian atau kepala jurusan.
Bagaimanakah
caranya agar seseorang bisa menjadi wartawan / penulis lepas? Caranya harus
dengan menulis berita, hasil reportase, artikel feature atau bentuk tulisan
lain dan mengirimkannya ke media massa. Semakin sering karya seseorang dimuat
media massa, maka kredibilitasnya akan semakin baik. Namun nanti pada akhirnya
bisa benar-benar menjadi seorang wartawan / penulis lepas, dalam arti hidup
arti honorarium menulis hanyalah mereka yang sudah mampu meraih status sebagai
wartawan senior.
Apakah
penyair, cerpenis dan novelis yang karyanya sering muncul di media massa bisa
dikatagorikan sebagai penulis lepas (free lance)? Tidak bisa. Sebab mereka
lebih lazim disebut sasterawan. Yang mereka tulis pun karya fiksi. Istilah
penulis lepas, lazim digunakan hanya untuk menyebut penulis berita, artikel dan
feature yang tidak terikat bekerja di satu perusahaan pers.
5 Pendidikan Menulis dan Jurnalis
Ada
berapa macamkah pendidikan menulis dan jurnalis? Pendidikan menulis (dalam
arti mengarang, menyusun tulisan), sudah mulai diajarkan sejak di bangku SD.
Pelajaran menulis ini terus berlanjut sampai ke jenjang perguruan tinggi. Di sini,
keterampilan menulis sangat diperlukan dalam rangka menyusun karya ilmiah
sebagai bagian dari tugas akhir maupun hasil penelitian. Sementara pendidikan
jurnalis (kewartawanan) hanya diajarkan secara formal di jurusan publisistik
atau jurnalistik di perguruan tinggi yang membuka jurusan ini, baik untuk
program diploma maupun strata. Selain pendidikan formal, menulis dan
kewartawanan juga diajarkan di berbagai lembaga pelatihan/training. Media massa
besar, baik cetak, radio, televisi dan kantor berita juga mengajarkan
keterampilan menulis dan jurnalis melalui program in house training.
Profesi
apa sajakah yang terkait dengan kegiatan tulis menulis? Profesi yang
terkait dengan kegiatan tulis menulis antara lain sasterawan (penyair,
cerpenis, novelis, penulis naskah drama), wartawan, kolumnis, esais, penulis
teks iklan (copy writer), penulis script program radio / tivi, penulis skenario
film / sinetron dan ghost writer (penulis pidato, sambutan, artikel dan buku
untuk seorang tokoh).
Apakah
mereka yang sudah memiliki status penulis /wartawan berarti tidak perlu belajar
lagi? Mereka yang sudah meraih predikat sebagai penulis / wartawan
profesional pun tetap harus terus-menerus belajar. Baik secara formal, non
formal maupun informal. Pendidikan menulis secara formal di perguruan tinggi,
hanya terbatas menyangkut profesi jurnalis (non fiksi). Sementara sastrawan
tidak ada sekolah formalnya. Fakultas sastra di perguruan tinggi Sultan Hamid
II hanya sebatas mengajarkan ilmu
sastra. Bukan mendidik mahasiswa untuk menjadi sastrawan.
Dalam
pendidikan menulis dan jurnalis, manakah yang lebih penting belajar atau
berlatih? Berlatih jelas lebih penting. Sebab kegiatan menulis atau menjadi
wartawan, lebih memerlukan keterampilan (skill) dan bukan sekadar pengetahuan.
Selain dengan berlatih, skill juga akan datang secara otomatis kalau seseorang
terus-menerus bekerja sambil memperbaiki diri. Keterampilan apa pun, hanya akan
meningkat apabila seseorang telah memiliki jam terbang cukup banyak.
Mengapa
informasi mengenai pendidikan tulis menulis dan kewartawanan sampai sekarang
sangat jarang sampai ke masyarakat? Sebab dunia tulis menulis memang hanya
digeluti oleh sedikit orang. Kebanyakan penulis buku petunjuk praktis menulis
dan kewartawanan, justru mereka yang tidak memiliki pengetahuan ilmu
jurnalistik. Misalnya sasterawan yang kebetulan juga wartawan, menulis buku
petunjuk untuk menjadi penulis / wartawan. Atau dosen perguruan tinggi membuat
buku petunjuk praktis. Menulis Ilmiah Populer di Media Masa. Sementara mereka yang
memiliki pengetahuan jurnalistik cukup baik, jarang yang mau menyusun buku
petunjuk.(her*)









