Senin
16 Maret 2015 Merupakan hari istimewa bagi masyarakat desa Balongwono,
sebab pada hari itu Bupati Mojokerto H.Mustofa Kamal Pasha,SE ( MKP ) sedang mampir
ke desa tersebut dalam agendanya Sambang Desa atau sering dikenal dengan “
Blusukan ”.
Mojokerto, Lintas Republik
Dalam kegiatan tersebut Bupati MKP mengagendakan agar bisa ketemu
langsung dengan masyarakatnya di pedesaan dan menerima segala macam keluhan – keluhan
beliau saat beraktifitas dan menjalankan roda pemerintahan di tingkat desa.
Seperti
biasanya MKP sebelum memasuki “persamuan” ( Balai Desa ) di desa yang di tuju,
beliau menghentikan mobil dinasnya di ujung desa lalu melanjutkannya dengan
berjalan kaki menyusuri jalan desa yang mengarah ke balai desa sambil melihat langsung
kegiatan dan kondisi masyakatnya di desa yang di singgahinya.
Dalam napak
tilasnya MKP baserta robongan dan diikuti Kades Balongwono (
H.M.Muchlis,Amd.T.SE ) berikut perangkat
desa dan masyarakat desa Balongwono sebagai tuan rumah juga berperan sebagai
penunjuk jalan sang bupati mengingat yang dilaluinya adalah jalan kampung. Di
bawah terik matahari, MKP dalam perjalanannya menunju balai desa disambut
antosias para warga, di awali dari ujung dusun Balongwono sendiri sambil
meninjau prasarana yang di keluhkan warga dusun tersebut, yaitu tidak adanya
jembatan yang menghubungkan dusun tersebut dengan arah makam, mengingat letak
makam dusun tersebut berada di seberang sungai sehingga ketika warga dusun
tersebut ada yang meninggal, para warga dusun Balongwono yang lainnya harus
menempuh perjalanan sampai -/+ 5 km untuk menghantarkan jenazah menuju
pemakaman.
Setelah meninjau lokasi prasarana yang
dikeluhkan warga dusun Balongwono, MKP beserta rombongan melanjutkan
perjalanannya ke arah dusun Kembang-Kuning, dusun Wates, dusun Keweden lalu
lanjut balai desa Balongwono.
Sambutan meriah yang sudah di persiapkan oleh
warga desa Bolongwono jauh – jauh hari sebelumnya untruk menyambut kunjungan
bapak mereka dalam pemerintahan yaitu Bupati Mojokerto Mustofa Kemal Pasha,SE
kini tiba pada puncaknya.
Masyarakat desa Balongwono dan sekitarnya dari
berbagai lapisan seakan tumpah – ruah penuhi jalan dan balai desa, mereka harus
rela berdesakan di bawah terik sinar mentari yang kian berada di atas kepala
demi melihat dan memberi dukungan pada sang bupati.
“Penjenengan
tasek kepingin kepanggih kulo terus?” Tanya sang Bupati dengan logat jawanya
yang kental yang bila di artikan dalam bahasa Indonesia : “Kalian masih ingin
ketemu saya terus?”. “Nggeh, Lanjutkan….!” (“ Ya, Lanjutkan…!”) jawab para
warga yang hadir pada momen tersebut.
”Penjenengan kerso manjing seduluran kalih
kulo sampek matek ?” (“Kalian masih bersedia menganggap saudara dengan saya
sampai mati ?”) sahut MKP kemudian. “MKP…yes…!”, jawab warga yang penuhi
pelataran pendopo desa Balongwono.
Di sela
perjamuan yang diadakan oleh kades Balongwono H.M.Muchlis,Amd.T.SE bupati
MKP juga berkata pada warga masyarakat desa Balongwono yang terdiri dari 4
dusun tersebut untuk menyampaikan keluhannya yang berkaitan dengan fasilitas
umum tentunya, seperti dusun Balongwono yang tadi keluhkan tidak adanya
jembatan yang menghubungkan dusun tersebut dengan arah makam, sehingga dapat
menyingkat waktu dan perjalanan saat di adakan prosesi pemakaman saat ada warga
yang meninggal, begitu juga penerangan jalan yang menuju arah balai desa /
kantor desa yang memang patut juga di jadikan sorotan. MKP juga menjanjikan
dana sekitar -/+ Rp.3000.000.000,00 untuk mengkafer segala macam keluhan warga
dari 4 dusun yang ada di desa Balongwono tersebut bila kebetulan pada dekade
pilkada yang akan datang MKP terpilih sebagai Bupati Mojokerto kembali.
(yhon/hsb-LR)














