Koran Republik News

Sunday, March 22, 2015

Keluhan Masyarakat Balong Wono Kepada Bupati MKP

Senin  16 Maret 2015 Merupakan hari istimewa bagi masyarakat desa Balongwono, sebab pada hari itu Bupati Mojokerto H.Mustofa Kamal Pasha,SE ( MKP ) sedang mampir ke desa tersebut dalam agendanya Sambang Desa atau sering dikenal dengan “ Blusukan ”. 

Mojokerto, Lintas Republik
Dalam kegiatan tersebut Bupati MKP mengagendakan agar bisa ketemu langsung dengan masyarakatnya di pedesaan dan menerima segala macam keluhan – keluhan beliau saat beraktifitas dan menjalankan roda pemerintahan di tingkat desa.


Seperti biasanya MKP sebelum memasuki “persamuan” ( Balai Desa ) di desa yang di tuju, beliau menghentikan mobil dinasnya di ujung desa lalu melanjutkannya dengan berjalan kaki menyusuri jalan desa yang mengarah ke balai desa sambil melihat langsung kegiatan dan kondisi masyakatnya di desa yang di singgahinya.

Dalam napak tilasnya MKP baserta robongan dan diikuti Kades Balongwono ( H.M.Muchlis,Amd.T.SE ) berikut  perangkat desa dan masyarakat desa Balongwono sebagai tuan rumah juga berperan sebagai penunjuk jalan sang bupati mengingat yang dilaluinya adalah jalan kampung. Di bawah terik matahari, MKP dalam perjalanannya menunju balai desa disambut antosias para warga, di awali dari ujung dusun Balongwono sendiri sambil meninjau prasarana yang di keluhkan warga dusun tersebut, yaitu tidak adanya jembatan yang menghubungkan dusun tersebut dengan arah makam, mengingat letak makam dusun tersebut berada di seberang sungai sehingga ketika warga dusun tersebut ada yang meninggal, para warga dusun Balongwono yang lainnya harus menempuh perjalanan sampai -/+ 5 km untuk menghantarkan jenazah menuju pemakaman.

Setelah meninjau lokasi prasarana yang dikeluhkan warga dusun Balongwono, MKP beserta rombongan melanjutkan perjalanannya ke arah dusun Kembang-Kuning, dusun Wates, dusun Keweden lalu lanjut balai desa Balongwono.

Sambutan meriah yang sudah di persiapkan oleh warga desa Bolongwono jauh – jauh hari sebelumnya untruk menyambut kunjungan bapak mereka dalam pemerintahan yaitu Bupati Mojokerto Mustofa Kemal Pasha,SE kini tiba pada puncaknya.

Masyarakat desa Balongwono dan sekitarnya dari berbagai lapisan seakan tumpah – ruah penuhi jalan dan balai desa, mereka harus rela berdesakan di bawah terik sinar mentari yang kian berada di atas kepala demi melihat dan memberi dukungan pada sang bupati.
“Penjenengan tasek kepingin kepanggih kulo terus?” Tanya sang Bupati dengan logat jawanya yang kental yang bila di artikan dalam bahasa Indonesia : “Kalian masih ingin ketemu saya terus?”. “Nggeh, Lanjutkan….!” (“ Ya, Lanjutkan…!”) jawab para warga yang hadir pada momen tersebut.
”Penjenengan kerso manjing seduluran kalih kulo sampek matek ?” (“Kalian masih bersedia menganggap saudara dengan saya sampai mati ?”) sahut MKP kemudian. “MKP…yes…!”, jawab warga yang penuhi pelataran pendopo desa Balongwono.

Di sela  perjamuan yang diadakan oleh kades Balongwono H.M.Muchlis,Amd.T.SE bupati MKP juga berkata pada warga masyarakat desa Balongwono yang terdiri dari 4 dusun tersebut untuk menyampaikan keluhannya yang berkaitan dengan fasilitas umum tentunya, seperti dusun Balongwono yang tadi keluhkan tidak adanya jembatan yang menghubungkan dusun tersebut dengan arah makam, sehingga dapat menyingkat waktu dan perjalanan saat di adakan prosesi pemakaman saat ada warga yang meninggal, begitu juga penerangan jalan yang menuju arah balai desa / kantor desa yang memang patut juga di jadikan sorotan. MKP juga menjanjikan dana sekitar -/+ Rp.3000.000.000,00 untuk mengkafer segala macam keluhan warga dari 4 dusun yang ada di desa Balongwono tersebut bila kebetulan pada dekade pilkada yang akan datang MKP terpilih sebagai Bupati Mojokerto kembali. (yhon/hsb-LR)                    

Sopir Lalai,Container Hantam Pohon

Jombang,Lintas Republik 
 Kecelakaan ini terjadi di jalan Raya Hasim Asy’ari ds. Kaliwungu kecamatan Jombang, kabupaten Jombang. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.30 wib. Kuat dugaan sopir yang mengemudikan Container kelelahan, sebenarnya pada saat itu jalan tidak seberapa ramai lalu - lintasnya. Truck Container yang melaju dari arah utara dengan kecepatan sedang tiba – tiba nyelonong ke arah kanan ( barat ) melintasi garis  ( Marka ) pembatas jalan, karena badan Truck Container amat tinggi sehingga menghantam dahan pohon yang berada di bahu jalan di depan area pertokoan jalan KH.Hasyim Asy’ari.


Keteledoran seorang pengemudi adalah merupakan bahaya bagi pengguna jalan yang lainnya, tidaklah cuman begitu saja tentunya, bahaya juga mengancam penumpangnya bila memang armada angkutan umum yang di kedarainya, bukanlah begitu para pembaca?, pada episode kali ini team redaksi mencoba mengulas keteledoran sang sopir sehingga mengakibatkan kecelakaan sehingga timbul korban bagi pengguna jalan yang lainnya.

Contoh kejadian kecelakaan yang harus di jadikan perhatian tersendiri bagi para sopir kendaraan berat seperti container, tronton , dan jenis kendaraan berat yang lainnya, dalam sehari di Jombang telah terjadi 2 kecelakaan yang melibatkan truck container. Yang pertama terjadi di km. 3 arah selatan setelah titik nol jantung kota Jombang, dan yang ke dua terjadi di wilayah kecamatan Mojoagung tepatnya di jembatan “Kali Gunting” km.18 arah timur jantung kota Jombang. Saat ini awak media kami akan beritakan hasil investigasi kecelakaan yang melibatkan truck container di wilayah jantung kota Jombang.

Dahan pohon yang di hantam Truck Container warna merah dengan Nopol. L 9564 OT tersebut menimpa penjual sosis sehingga dagangannya hancur berantakan namun Ponco Hadi (30) sang penjual sosis asal ds. Ngembeh kecamatan Jogoroto, dengan tenang beliau berkata saat di temui awak media ini “Alhamdulillah mas, saya masih diberi selamat oleh Yang Maha Kuasa, walaupun sempat bingung juga karena dagangan saya hancur”. 

“Kejadianya begitu cepat mas, mula – mula truck Container warna merah tersebut dari arah utara melaju dengan kecepatan sedang dan tiba – tiba nyelonong makin ke kanan mas, sehingga (“nyampluk” = Jawa Red. ) pohon yang ada di pinggir jalan itu mas”, kata  Amin warga Kaliwungu yang saat itu berada di lokasi kejadian.

Kejadian itu juga melukai seorang ibu yang menghantarkan anaknya berangkat sekolah, ibu Ruri (35) asal ds.Pundong kecamatan Diwek kabupaten Jombang tersebut menderita luka lecet tergores oleh ranting pohon yang terjatuh tersebut begitu juga anaknya ( Novita ) siswi kelas 9 SMP Sunan Ampel. Sedangkan sopir dan kenek nya melarikan diri. Kecelakaan lalu - lintas tersebut sudah dalam penanganan Satlantas Polres Jombang. (hsb-kusnul/LR)                 

Saturday, March 21, 2015

Kyai di Ganjar 1,6 Tahun oleh PN Mojokerto

 Mojokerto, Lintas Republik
Pada episode terakhir  ini sidang penggelapan dana umroh oleh KH.Masrikhan Asri di pimpin oleh Sifa’urosidin,SH MH sebagai Ketua Majelis Hakim dengan Jaksa Penuntut Umum Dedi Irawan,SH dan Trian,SH, digelar dengan pengawalan yang ketat dari Kepolisian  Resort Mojokerto yang juga di bantu team pengamanan dari PN dan Kejaksaan Negeri Mojokerto di tambah lagi beberapa pendukung dari kubu KH.Masrikhan sendiri.Pada sidang ini terdakwa KH.Masrikhan di dampingi hanya dengan satu Kuasa Hukum saja yaitu M.Soleh,SH ( yang pada episode yang terdahulu media ini telah menampilkan dan menyebutnya pengacara muda ) karena Kuasa Hukum yang lainnya telah di cabut surat kuasanya sejak tanggal 13 Januari 2015

Walaupun  pendukung yang sekaligus berpredikat sebagai santri KH.Masrikhan telah penuh sesak penuhi ruangan sidang  namun tidak mengganggu proses jalannya sidang, pendukung KH.Masrikhan bukan hanya berasal dari dalam kota Mojokerto saja tapi juga luar kota, “saya berasal dari Pasuruan mas, tujuan saya hadir di Pengadilan Negeri Mojokerto tak lain adalah memberi dukungan moral pada kyai kami mas, karena saya sebagai santrinya maka saya dan teman –teman sejawat berinisiatif bersama untuk hadir di persidangan kyai kami, asal kami pun kadang beda kota mas ada yang berasal dari Bangil juga Surabaya, Mojokerto sendiri,” kata Sifa’ salah satu santri dari KH.Masrikhan.


Dalam surat dakwaan yang di bacakan ketua Majelis Hakim Sifa’urosidin,SH MH , Jaksa Penunutut Umum Dedi Irawan,SH menggunakan pasal 378 junto pasal 55 ayat 1 KUHP dengan tuntutan pidana 4 tahun penjara, dengan mempertimbangkan beberapa aspek dan sikap KH.Masrikhan selama pada masa tahanan termasuk niatan KH.Masrikhan untuk mengembalikan uang para calon jemaah umroh yang tidak jadi berangkat, “ Jadi tindakan saudara terdakwa untuk mengembalikan  uang calon jemaah umroh tersebut adalah tindakan yang meringankan hukuman saudara, bukan membebaskan saudara “ jelas pak hakim kepada terdakwa. Sehingga Jaksa Penuntut Umum mengajukan tuntutan  dua tahun enam bulan penjara ( 2,6 tahun ).

Atas pertimbangan dari beberapa aspek tersebut di atas akhirnya Ketua Majelis Hakim Sifa’urosidin,SH MH memutuskan  bahwa terdakwa KH.Masrikhan Asri dipidana  1,6 tahun ( satu tahun enam bulan ) di potong masa tahanan dengan biaya perkara Rp.5000,00 ( lima ribu rupiah )    Sebelum mengayunkan palu mautnya Ketua majelis hakim Sifa’urosidin,SH MH menanyakan kepada terdakwa, “ Apakah anda terima putusan ini?, Saudara terdakwa bisa menjawabnya melalui Kuasa Hukum anda, jawaban anda akan kami tunggu dalam 7 hari, dengan demikian sidang kami tutup. ”

Begitu sidang di tutup, terpidana KH.Masrikhan sambil  melangkah untuk meninggalkan ruang sidang PN Mojokerto, beliau diserbu para santrinya untuk berjabat tangan akhirnya langkah pak haji sejenak terhenti sambil berposisi berdo’a  sang kyai berkata,” Tolong saya di amini ya, Mudah – mudahan orang yang mendzolimi saya mendapat balasan dari Alloh SWT.” 

Tanpa di komando para santri yang hadir di persidangan meng Amini do’a sang kyai, sambil beranjak dari kursinya murit utama sang kyai mengucapkan sholawat nabi dengan lantang “Allohuma shloli alla Muhammad “ sambil mengiringi langkah pak yai menuju mobil tahanan. Pada detik yang berbeda sang pengacara muda M.Sholeh,SH menjawab pertanyaan salah satu awak media,” kalau KH.Masrikhan ( terpidana ) mengatakan pikir – piker, tapi kalau saya pribadi banding”, kata sang pengacara sambil melangkah keluar dari gedung PN Mojokerto. ( hsb/LR )   

Friday, March 20, 2015

Hasil Espos Wartawan,di Brendel Kabiro Sendiri

Diduga “Ada Main” Salah Satu media Biro Mojokerto-Jombang Membrendel Hasil Espos Wartawannya sendiri.
Mojokerto,Lintas Republik
Yang dilakukan beberapa media adalah wajar adanya bila menempatkan wartawannya pada salah satu instansi  pemerintah, untuk mendapatkan bahan pemberitaan atau hasil liputan.

Tetapi untuk kali ini yang di lakukan salah satu media tidaklah patut untuk di contoh oleh media – media yang lainnya apa lagi media yang kami maksud adalah salah satu media cetak harian tertua dan eksis di banding dengan media yang lainnya, yang di lakukannya adalah “membrendel” hasil liputan dari salah satu wartawannya yang di tugaskan untuk meliput berbagai macam sidang yang di kategorikan menarik untuk bahan pemberitaan di lingkup Pengadilan Negeri Mojokerto.

Padahal sudah tertulis dengan jelas pada undang-undang pers, dan undang – undang tersebut di buat untuk melindungi tugas Jurnalistik atau proses peliputan dan hasil peliputan awak media ( wartawan ), pertanyaannya : Lalu apa yang harus di perbuat seorang wartawan bila berbagai macam hasil liputannya di “brendel” oleh KABIROnya?

Salah satu hasil liputan yang di dapat dalam persidangan KH.Masrikhan pada kasus penggelapan dana umroh, adalah contoh nyata ketimpangan tersebut. Pada kasus ini sang peliput telah memaparkan dengan detil ketidak beresan yang di lakukan oleh kabironya. “Kenapa hasil liputan saya tentang KH.Masrikhan terkait kasus penggelapan dana umroh, dari episode awal persidangan sampai saat ini tidak pernah di muat, pak bos?” ungkap awak media yang terintimidasi hasil liputanya.

Dan sang kabiro dari media harian pagi tersebut pun menjawabnya, agar kasus tersebut tidak di liput dengan alasan kalau KH.Masrikhan adalah guru ngajinya.Bahkan sang wartawan yang terkesan idealis tersebut sempat medapat marah dari kabironya lantaran penulisan kasus KH.Msrikhan tetap saja di lakukannya.

Ternyata hal serupa pun terjadi pada hasil liputan kasus yang lainnya, bahkan termasuk peristiwa yang terjadi di tempat umum contohnya peristiwa kecelakaan yang di jumpai saat sang wartawan berangkat menuju pos yang sudah di tugaskan pada dirinya, itupun tidak pernah termuat pada surat kabar harian pagi  yang terkenal dengan gaya bahasa yang simpel tersebut.

Pertanyaan yang sama terakhir terlotar dari sang wartawan, “lalu bagaimana dengan hasil liputan saya yang lainya pak?”, “Memang sangaja tidak saya masukkan, kan lebih enak patnermu kalau begitu, dia juga kantongi surat tugas peliputan dan penempatan tugas yang sama denganmu tapi dia gak pernah berbuat apa-apa, yang meliput sekaligus mengemas berita cuma kamu saja, saya tau karakter tulisan beritamu, kamu saya tugaskan untuk cari iklan juga profilan sampai  sekarang juga ndak pernah dapat, media kita hidup dari iklan dan profil tak bisa di pungkiri itu, kalau hanya berita-berita yang seperti kamu tulis tersebut saja ndak ada duwitnya  ” jawab sang kabiro ketika di temui sang wartawan idealis tersebut di rumahnya di kawasan perumahan berkelas di Mojokerto. (hsb/LR)                                   

Kantor PN Mojokerto Banjir Surat Tilang

Pengadilan Negeri Mojokerto
menerima dan menyidangkan kurang lebih 2500 berkas perkara pelanggaran lalu-lintas atau bukti pelanggaran (tilang) kendaraan bermotor.


Mojokerto. LintasRepublik
Sidang tilang yang digelar di Pengadilan Negeri Mojokerto telah mencapai  angka 2500 persidangan dalam perkara pelanggaran lalu-lintas yang bervariasi, saking banyaknya pengunjung ( peserta  pemegang surat tilang ) membuat ramai suasana halaman kantor PN Mojokerto yang sempat merasa kuwalahan Satpam kantor tersebut untuk menertibkan parkir kendaraan roda dua yang telah penuhi separo halaman kantor PN Mojokerto.

Jumlah pelanggaran berkendara di wilayah hukum Resort  Mojokerto, bertambah tahun malah semakin meningkat volumenya.Dalam situasi seperti ini sudah barang tentu merupakan lahan bagi para “pemburu dolar” dalam melaksanakan profesinya sebagai jasa pengambilan surat dalam sidang tilang suatu profesi yang memang hampir tak bisa lepas dari setiap birokrasi di negeri ini.

Menurut beberapa kaum Cendekia mengatakan bahwa pada era Pemerintahan dewasa ini meskipun di titik beratkan pada  Pendidikan dan pembangunan mental juga kreativitas anak bangsa, namun pada pelaksanaannya pemahaman tentang hukum masih jauh dari harapan, bahkan orang yang cenderung melakukan pelanggaran hukum adalah rekan – rekan pelajar yang merupakan pengenyam aplikasi tentang hukum dan peraturan ditambah lagi orang tua mereka yang kadang kala memang lupa atau memang di sengaja karena imbas dari para penentu kebijakan di negeri ini, ada apa dengan negeri ini ???.....................(hsb/LR)       


Festifal Catur Tingkat SLTP se Kabupaten Jombang

Jombang, Lintas Republik
Catur adalah salah satu olah raga permainan yang tidak membutuhkan gerakan badan yang segnifikan,akan tetapi membutuhkan pemikiran,setrategi yang matang dan konsentrasi tinggi dalam sebuah kancah permainan atau pertandingan.Bagi beberapa orang permainan catur amat sulit untuk di lakukan,tapi sebagian lainnya senang dengan permainan ini.Catur merupakan olahraga permainan yang di akui oleh dunia,sehingga sering diadakan pertandingan baik di tingkat nasional ataupun internasional.

Para siswa peserta Lomba
Pada kesempatan ini kegiatan “O2SN” ( Olimpiade Olah - raga Siswa Nasional ) tersebut ditempatkan  di SMPN 3 Jombang, diikuti 16(enam belas ) kontingen putra dan 11( sebelas ) kontingen putri yang berasal dari wakil atau utusan berbagai SMP,MTs baik negeri ataupun swasta se kabupaten Jombang.

Kegiatan Festifal ini Untuk mencari bibit-bibit pecatur muda berbakat yang mempunyai potensi untuk tampil di kancah pertarungan asah strategi tingkat nasional bahkan bisa jadi sampai ke tingkat dunia, untuk  menuju kearah tersebut di rasa perlu dinas pendidikan berperan serta, sehingga pada kesempatan di adakan kegiatan “O2SN” ( Olimpiade Olah - raga Siswa Nasional ) yang bertajuk “Festifal catur tingkat SLTP se kabupaten Jombang” dengan tujuan untuk memunculkan embrio pecatur muda yang bertalenta , mengingat pada usia-usia tersebut masih berada di bangku pelajar (SLTP ).

Sayangnya festifal catur yang diadakan tersebut berlangsung kurang begitu meriah, disamping jumlah pesertanya yang memang sedikit, juga mengingat berbarengan dengan adanya ujian siswa-siswa kelas 9( Sembilan ). Dan pada saat itu Kepala Sekolah SMPN 3 Jombang  ( Drs.Bambang S.,Msi )juga sedang tidak ada di  tempat, sehingga awak media ini tidak mendapatkan  keterangan lebih rinci seputar kegiatan tersebut .(hsb/LR)     

Friday, March 13, 2015

Pertahankan Kebudayaan Pawai Naga


Budayawan Tionghoa Kabupaten Kapuas Hulu Menggelar Arak-arakan Naga.


Kapuas Hulu,Lintas Republik
Naga sepanjang 40 meter itu pun diarak sekitar 50 orang budayawan Tionghoa ke Kantor Bupati Kabupaten Kapuas Hulu,Gedung DPRD Kabupaten Kapuas Hulu hingga ke rumah-rumah warga, setelah terlebih dahulu dibuka mata di Pekong Pala Pulau dan digelar ritual penyembahan di Pekong Pasar Merdeka. Atraksi naga ini pun mendapat pengawalan ketat dari Satlantas dan Personil Kepolisian Resort Kapuas Hulu.


Setibanya di Kantor Bupati, sekitar Pukul 10.00 WIB, naga seharga  Rp 26,6 juta yang diarak budayawan Tionghoa itu, disambut oleh Wakil Bupati Kapuas Hulu, Agus Mulyana, S.H, M.H. Hadir pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu, Ade M Zulkifli, S.AP, Dandim 1206/Psb, Letkol Inf. Vivin Alivianto, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Mahyudi Nazriansyah, S.IK, Danyon 644/Wls, Mayor Inf. Marsana serta beberapa Kepala SKPD Kapuas Hulu. Selain menabuh drum dan menyulut petasan, Wakil Bupati juga menyematkan konde kepada sang naga. Tak luput, Wakil Bupati juga memberi angpao kepada budayawan Tionghoa yang menyuguhkan atraksi naga.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Agus Mulyana,S.H, M.H mengatakan, segala bentuk kegiatan kebudayaan harus dilestarikan karena itu merupakan aset daerah. Sama halnya dengan pawai naga yang disuguhkan oleh Budayawan Tionghoa Kapuas Hulu, yang merupakan wujud ritual pembersihan kota dari kuasa jahat. “Untuk itu, kita semua terutama budayawan Tionghoa, kalian harus mempertahankan kebudayaan pawai naga ini,” tuturnya.

Dilanjutkan Wakil Bupati Kapuas Hulu, pawai naga tidak terlepas dari suasana Imlek 2566 dan penyambutan Cap Go Me (puncak perayaan hari kelima belas Imlek). Ia pun berharap dengan makna ritual pawai naga, dapat membawa kebaikan untuk daerah dan seluruh masyarakat Kapuas Hulu. “Mudah-mudahan perayaan ini membawa kita ke arah yang lebih baik, selalu diberi kesehatan, panjang umur dan semakin sehat akal budi dalam kehidupan ini,” ucap Wakil Bupati Kapuas Hulu.


Selain itu, Wakil Bupati Kapuas Hulu juga berpesan agar masyarakat antar etnis dan suku saling menghargai dan menjaga keharmonisan. Sehingga Kapuas Hulu tetap dalam keadaan tenteram dan pembangunan dapat berjalan dengan optimal. “Momen-momen etnis Tionghoa seperti ini hendaknya dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi, agar kehidupan bermasyarakat juga tetap harmonis,” pesan Wakil Bupati Kapuas Hulu. (anong)

Putra Daerah Dapat Kemudahan Masuk TNI

Letkol Inf. Vivin Alivianto
Komandan Kodim 1206/Psb

Kapuas Hulu,Lintas Republik
Kodim 1206/Putussibau mulai melakukan seleksi pada putra daerah asal Kapuas Hulu yang hendak mengikuti tes masuk TNI khusus tamtama. Seleksi tersebut dilakukan di Markas Batlyon Infanteri 644/Walet Sakti, Rabu (4/3). “Besok putra daerah yang melamar akan ikut seksi di Batalyon 644/Wls. Disana, pagi-paginya mereka akan tes semapta (lari), lalu sore hari langsung parade,” ucap Komandan Kodim 1206/Psb, Letkol Inf. Vivin Alivianto saat ditemui di Sekertariat Pemerintah Daerah Kapuas Hulu, kemarin.

Komandan Kodim 1206/Psb mengatakan, seleksi yang dilakukan pihaknya adalah seleksi tahap satu, yang kemudian akan disusul seleksi tahap dua di Korem Sintang, baru terakhir di Pontianak. Walaupun tiga tahap seleksi akan ada banyak kemudahan yang akan diberikan dalam penerimaan TNI kali ini. “Penerimaan kali ini, ada kemudahan untuk putra daerah perbatasan. Terutama berkaitan dengan tinggi badan, mereka mendapat dispensasi 2 cm. Kalau syaratnya 165 cm, putra daerah Kapuas Hulu bisa diterima walau tingginya hanya 163 cm,” tutur Komandan Kodim 1206/Psb.

Dijelaskan Komandan Kodim 1206/Psb, penerimaan TNI ini merupakan program khusus dari Markas Besar TNI untuk merekrut putra daerah, sehingga mereka bisa berbakti untuk negara melalui jalur pengabdian TNI. Perlu diketahui, pada kawasan daerah perbatasan segala sesuatu bisa terjadi, dan dengan merekrut putra daerah tentu dapat mengantisipasi hal itu.

Warga perbatasan Kapuas Hulu, rasa nasionalismenya sangat tinggi, terbukti dari sejarah terdahulu dimana mereka punya andil besar dalam penumpasan paraku. “Memberantas paraku, masyarakat perbatasan juga ikut tumpah darah disana. Anak-anak yang memiliki darah pejuang itu yang mau kami tampung, jangan sampai justru negara seberang  (Malaysia) yang menampung mereka,” papar Komandan Kodim 1206/Psb.

Program penerimaan ini merupakan program pagar hidup nusantara yang baru dua tahun terlaksana, yakni pada tahun 2014 dan tahun 2015. Dulunya program ini belum terlalu intens, untuk itu tahun ini lebih intens lagi. “Program ini dihadirkan selama saya menjabat. Tahun lalu tamtama ada 7 orang yang diterima dari 12 orang, sedangkan jalur bintara ada 6 orang putra daerah. Untuk tahun ini belum tahu berapa jatah yang akan diambil untuk TNI,” ujarnya.

Komandan Kodim 1206/Psb mengungkapkan, jika putra perbatasan Kapuas Hulu sudah diterima menjadi TNI, maka mereka akan dikembalikan ke daerah. Kemudian, dari Kodim 1206/Psb akan menempatkan mereka di Markas Kodim atau pun Koramil yang sudah ada. “Selain di Kodim dan Koramil, mereka dapat kami berdayakan menjadi Babinsa yang masuk ke desa-desa membina masyarakat, sehingga mereka dapat membentuk masyarakat menjadi pagar hidup nusantara,” tutup Komandan Kodim 1206/Psb. (anong)


Beras Lokal Kapuas Hulu Punya Khasiat Turunkan Diabetes

Kabupaten Kapuas Hulu memiliki komoditi beras bermutu tinggi. Selain memiliki beras Raja Uncak yang dinyatakan sebagai yang terbaik di Indonesia (berdasarkan riset Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi tahun 2013), kabupaten ujung timur Kalimantan Barat ini pun memiliki tiga jenis beras lokal lainnya yang juga memiliki khasiat tersendiri, yaitu beras merah, beras hitam dan beras wangi.
Sunarto, Kasi Produksi Dinas Pertanian,


Kapuas Hulu,Lintas Republik
Ketiga beras lokal asal Kapuas Hulu ini tidak terkemuka layaknya beras Raja Uncak.Dari sisi pengembangan juga tidak terlalu di intensifkan oleh para petani lokal, hanya cukup memenuhi konsumsi pribadi. “Beras hitam, beras merah dan beras wangi memang belum dikembangkan secara besar-besaran karena ada kelemahan dari sisi produksi,” kata Sunarto, Kasi Produksi, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kapuas Hulu, Kemarin.

Dijelaskannya, baik itu beras merah, beras hitam dan beras wangi, masing-masing memiliki masa tanam yang berbeda. Akan tetapi, dari sisi produksi semuanya sama, sekitar 3 ton per hektar, di lahan yang sedang-sedang basah dan kering. Produksi ketiga beras ini biasanya dilakukan oleh petani lokal sebanyak dua kali dalam setahun. “Kalau padi karo yang dijadikan beras merah, 3 bulan sudah bisa dipanen. Kalau padi ketan untuk beras hitam sekitar 5 bulan baru siap panen, sama dengan padi aroma yang menghasilkan beras wangi,” ucapnya.

Karena produksinya hanya 3 ton, kalah dari padi Seluang atau beras Raja Uncak yang mencapai 5,5 ton per hektar, jadi ketiga beras ini tidak terlalu dikembangkan petani-petani lokal. Pada areal tanam Kelompok Tani Kereng Sio Makmur Dusun Suai, Desa Melapi, dari hamparan 80 hektar, hanya 20 persen saja yang ditanam padi jenis beras merah, hitam dan wangi, sisanya padi Seluang. “Walau kalah dari sisi produksi, ketiga beras lokal tersebut tetap dikembangkan. Maret ini kelompok Kereng Sio Makmur akan menanam padi Karo atau beras merah,” papar Kasi Produksi, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kapuas Hulu.


Beras merah, beras hitam dan beras wangi masih dikembangkan lantaran ada kelebihan tersendiri. Ketiganya mengandung serat yang cukup tinggi sehingga baik untuk diet, menurunkan lemak dalam darah dan menurunkan asam urat. “Khasiat lainnya beras hitam dan beras merah bisa untuk menurunkan kadar gula penderita diabetes,” tuturnya, dari itu ketiga beras ini juga menjadi buruan masyarakat. “Karena produksi tidak bisa dikaprol (mencukupi kebutuhan), jadi permintaan terhadap ketiga beras ini belum bisa dipenuhi. Untuk permintaan beras Raja Uncak kita juga masih kewalahan,” tutup Kasi Produksi, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kapuas Hulu. (anong)

Tahun Ini, Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun Tidak Digelar Lagi

Antonius,Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kabupaten Kapuas Hulu

Setelah tidak digelar pada tahun 2013 lalu,Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun (FDSBK) kembali ditiadakan tahun ini.


Kapuas Hulu,Lintas republik
Walau sempat diagendakan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu untuk menjadi kegiatan dua tahunan, kegiatan promosi destinasi pariwisata ke-9 Indonesia tersebut terpaksa harus diundur,lantaran ada agenda serupa yang akan dilaksanakan di Tepuai,Kecamatan Hulu Gurung.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu,Antonius mengatakan pihaknya bukan menghapus kegiatan Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun (FDSBK), hanya saja mengundur waktu pergelarannya. Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun (FDSBK) sengaja diundur agar tidak bentrok dengan kegiatan kebudayaan Pekan Bumi Kasturi di Tepuai, Kecamatan Hulu Gurung.
“Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun (FDSBK) memang tidak ada tahun ini, masalahnya tahun ini, ada Pekan Bumi Kasturi, jadi kami diundur,” tuturnya saat ditemui, kemarin.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu mengungkapkan,jika menurut pada rencana dua tahunan, Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun (FDSBK) memang seharusnya dilaksanakan pada tahun 2015, karena terakhir digelar pada tahun 2013 lalu.Tapi, jika kegiatan itu tetap dilaksanakan, out-putnya (hasil kegiatan) yang tidak nyambung.
“Hasil dari Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun (FDSBK) dan Pekan Bumi Kasturi ini kan untuk kita bawa ke Festival Kebudayaan di Pontianak,kalau tetap digelar kita bingung yang mana akan dibawa kesana, out put kegiatan harus jelas, kasihan mereka yang sudah juara,” tuturnya.

Kendati gagal digelar tahun ini,Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu akan kembali mengagendakan Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun di tahun yang akan datang.Pasalnya,Danau Sentarum dan Betung Kerihun adalah sektor ekowisata unggulan Bumi Uncak Kapuas yang harus terus dipromosikan,salah satunya melalui kegiatan festival.
“Tahun depan kami upayakan Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun tetap digelar. Tapi itu tergantung kebijakan kepala daerah terpilih, kan tergantung visi misinya,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu.

Sehubungan dengan kegiatan Pekan Bumi Kasturi, lanjutnya, kemungkinan akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang. Momen ini memang khusus untuk kebudayaan Melayu. Acaranya pun berlangsung selama satu minggu. Tidak hanya kegiatan kebudayaan, tetapi ada juga pameran- pameran khas daerah Kapuas Hulu dalam kegiatan itu. “Ini momen masyarakat Tepuai, mereka yang kelola semua kegiatan itu. Kami hanya memfasilitasi dana walaupun tidak terlalu besar karena Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu sangat terbatas,” tutupnya. (anong)

Tuesday, March 10, 2015

BULOG Malang Pantau Harga Beras Dan Penyaluran Raskin



Harga Beras belum naik saja,banyak rakyat Indonesia yang masih kelaparan,apalagi beras naik...?
Malang_Lintas Republik
Kenaikan beras yang melambung tinggi di beberapa daerah atau wilayah Indonesia sangat menyusahkan Rakyat,khususnya bagi rakyat Indonesia yang hidupnya masih pada garis kemiskinan.
Untuk mengetahui atau mengantisipasi Mafia Beras,dimana harga beras saat ini untuk wilayah Malang melambung tinggi,sehingga dapat menyebabkan keresahan di kalangan masyarakat khususnya kalangan bawah.

Maka pihak Bulog Malang telah melakukan OP(operasi pasar) selama (dua) hari yaitu pada hari sabtu dan minggu.Di hari ke-2 sudah menunjukkan penurunan dan hari senin Kepala BULOG memantau di lapangan bersama DISPERINDAG dan beberapa Wartawan,Hasilnyapun sudah cukup terlihat termasuk sosialisasi dengan petani juga pedagang.Yang pada awalnya harga beras di bulan pebruari dan maret mencapai 12.000 perkilo sekarang sudah turun menjadi 9.500 perkilo.

Kepala Bulog Kab.Malang,Arsad juga menjelaskan,” Terjadinya kenaikan beras bisa jadi di karenakan perubahan iklim,anomali cuaca termasuk untuk panen dan penjemuran padi berkurang di karenakan Musim hujan ”Ungkap Pak Arsad Kepala BULOG.

Dalam hal lain di singgung masalah raskin Arsad menjelaskan sejauh ini lancar dan tidak ada kendala,bahkan pihak BULOG berkomitmen mempercepat atau mengutamakan raskin kewilayah Malang Raya,penyaluran raskin tidak luput dari kordinasi antara BULOG dan PEMDES untuk kerjasama,”Stok raskin untuk saat ini sangat cukup 6 bulan kedepan”Jelasnya.

Saat awak media Lintas Republik menemui Kepala Bulog,(jum,at,6/3) untuk konfirmasi mempertanyakan masalah keterlambatan pengiriman raskin. Arsad menjelaskan,” Itu terjadi karena ada perubahan data penerima manfaat sehingga pihak BULOG belum bisa mendapatkan angka yang abdate tapi sekarang sudah lancar semua mudah-mudahan di awal maret sudah tersalurkan secara merata,termasuk panen juga mulai stabil,dan penyaluran raskin tidak mengenal cuaca mau hujan atau tidak,semua tetap harus di salurkan sesuai sechedule dan tepat sasaran,ujar Kepala Bulog,(Pr).         

PILKADES Kec.Bululawang Malang, Berjalan Konduksif


Camat Bululawang

Malang_Lintas Republik
Pilkades serempak yang di laksanakan di beberapa kecamatan sekabupaten malang hari minggu,08 maret 2015 berjalan lancar t anpa hambatan dansangat kondusif.Hal ini dapat di lihat pada pelaksanaan Pilkades yang di laksanakan di Kecamatan Bululawang yaitu: Desa Krebet dan Desa Wadanpuro.

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa yang di lakukan pada Wilayah Desa Krebet di ikuti oleh 3 (tiga) calon Kepala Desa sedangkan Pemilihan Kepala Desa di  Wadapuro di ikuti oleh 2 (dua) calon peserta Kepala Desa.

Harapan warga dari ke dua desa yang sedang melakukan pemilihan Kepala Desa tersebut sangat tidak jauh beda,warga masyarakat mengharapkan calon Kepala Desa yang di pilih atau yang terpilih kiranya dapat mengemban amanah masyarakat yang menjadikan Desa tersebut jauh lebih baik dari sebelumnya khususnya dari sektor pelayanan terhadap semua warga masyarakat Desa yang di pimpinnya.

Hasil penghitungan suara Pilkades di Desa  Krebet yang memiliki jumlah penduduk kurang lebih 4000 ribu jiwa,menunjukkan kandidat yang terpilih dan yang di pilih oleh masyarakat atau warga, telah terpilih calon Kepala Desa dengan nomor urut 3(tiga) di mana perolehan penghitungan suara sebagai berikut : No urut 1 (satu) mendapat 1.208 suara, No.urut 2 (dua) 1.214 suara dan No.urut 3 (tiga) memperoleh 1.393 suara.Ketiga kandidat Kepala Desa ini sama-sama kuat pendukungnya,terbukti jarak perolehan suaranya sangat tipis namun dengan demikian No.urut 3(tiga) tetap yang berhak menang dari dua  kandidat dan mendapatkan amanah rakyat untuk memimpin warga masyarakat Desa Krebet.

Sementara Pilkades yang dilaksanakan di Desa Wadanpuro,yang berpenduduk kurang lebih juga 4000 jiwa   ini,dari Pilkades yang di ikuti oleh 2 (dua) calon Pilkades di menangkan oleh calon dengan No.urut 1 (satu) dimana perolehan suaranya 2.266 suara atau hampir 80% jauh meninggalkan calon dengan No.urut 2 (dua) yang hanya mengantongi 1.490 suara,
Visi misi dari kandidat terpilih juga hampir sama yaitu: untuk rakyat dari rakyat.

Di tempat terpisah wawacara anggota Lintas Republik kepada Camat Bululawang Bapak Hadi Warwanto beliau menjelaskan”Pikades di Krebet dan Wandanpuro bisa berjalan lancar itu tidak luput dukungan dan antusiasi masyarakat yang tertib,bisa di bilang antosiasme warga Desa krebet mencapai 79% sedangkan wadanpuro 68%,”untuk dari sisi keamanan ada dari LINMAS Desa,Kabupaten,Polsek,Polres ambil peran penting juga dari TNI,Koramil,sehingga berjalan aman dan lancar.

Harapan Camat Bululawang untuk Kepala Desa yang terpilih di harapkan bisa menjadikan desa yang di pimpinnya benar-benar bisa mengerti apa yang di harapkan warganya yang sesuai dengan program MADEP MANTEP yang dicanangkan oleh BUPATI”.

Camat juga menjelaskan Kepala Desa yang terpilih harus mempunyai lima kreteria 5 S,yaitu : (1) Senyum,(2) Sapa ,(3) Sopan, (4) Sabar, (5) Semangat.”Apabila kelima (5) itu sudah di sandang sudah pasti akan menjadi atau menciptakan lingkungan aman,tentram,tertib,damai”Jelasnya. (Pr).                

Search