Koran Republik News

Monday, December 14, 2015

Gabungan Satpol PP Nganjuk Salah Tangkap

NGANJUK_LR
Operasi yang dilakukan oleh SAT POL PP dan dibantu tim gabungan dari TNI dan POLRI di Morobahu kecamatan Bagor kabupaten Nganjuk dinilai tidak tepat sasaran. Dikarenakan ada salah satu keluarga korban penangkapan tidak terima dan mendatangi kantor SAT POL PP setempat pada jum’at pagi jam 07.00 WIB (11/12/15).

Hasil dari terjaringnya enam terjaring dalam operasi penertiban itu. Keenam terduga PSK dan satu laki-laki penghuni kos. Antara lain Sri asih warga Patranrejo Kecamatan Berbek Nganjuk, Sri astuti warga Tumpakdoro Kecamatan Mojo Kediri, Nur asiyah warga Tumpakdoro Kecamatan Mojo Kediri, Sulastri warga warujayeng Kecamatan Tanjunganom Nganjuk, Siti anisah warga Gulun Kecamatan Mahaspati Magetan dan Suci kurniawati warga desa Joyotaman Kecamatan Serengan Surakarta.

Padahal mereka adalah warga biasa yang hidup bermasyarakat dan tidak selalu diawali dengan proses penangkapan. Bilamana mereka jelas-jelas mengkomersilkan baru ditindak, dalam hal ini penangkapan yang dilakukan tidak sesuai prosedur, mereka yang terjaring dalam operasi gabungan dinilai wanita tuna susila. Jika tidak jelas melakukan razia jangan seenaknya menuduh warga yang kos sebagai penjaja seks.

Di tempat terpisah, saat wartawan mengkonfirmasi salah satu keluarganya Sumiran(samaran, red). Dia menyayangkan sikap KASAT POL PP Hariono yang biasa disapa herex, penangkapannya tidak mendasar alias ngawur ,“ wong ini lo masih anak saya dari keluarga baik – baik dan saya membawa bukti surat nikah serta mengajak suaminya ke kantor Satpol pp Nganjuk, saya sampaikan dengan tegas kalau operasi yang bener pak dan anak saya bukan WTS apa yang bapak tuduhkan, jelas dengan penangkapan ini melanggar HAM, saya sebagai orang tua jelas tidak terima atas penangkapan ini,” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Sri,dia menambahkan, penangkapannya dinilai sepihak. Dia menyayangkan operasi ini sangat tidak manusiawi ,”saya juga kaget mas pagi-pagi kok dibawa tanpa ditanyai legalitas surat tempat tinggal dan saya juga punya ktp untuk persyaratan kos padahal saya bukan WTS.!!,” ancapnya.


Sementara itu kasat pol pp Hariono waktu dikonfirmasi dikantornya wartawan menambahkan bahwa operasi ini, sudah melalui prosedur. Dan saya selaku kasat pol pp akan terus melakukan razia untuk mensterilkan para WTS dan kos-kosan yang tidak ada legalitas, tulis yang besar mas dimedia kalau perlu tampakan foto saya dengan wajah yang kelihatan geram,” tandasnya. (Kus/Why)

No comments:

Post a Comment

Search