NGANJUK_LR
Operasi yang dilakukan oleh SAT POL PP dan dibantu tim
gabungan dari TNI dan POLRI di Morobahu kecamatan Bagor kabupaten Nganjuk
dinilai tidak tepat sasaran. Dikarenakan ada salah satu keluarga korban
penangkapan tidak terima dan mendatangi kantor SAT POL PP setempat pada jum’at
pagi jam 07.00 WIB (11/12/15).
Hasil dari terjaringnya enam terjaring dalam operasi
penertiban itu. Keenam terduga PSK dan satu laki-laki penghuni kos. Antara lain
Sri asih warga Patranrejo Kecamatan Berbek Nganjuk, Sri astuti warga Tumpakdoro
Kecamatan Mojo Kediri, Nur asiyah warga Tumpakdoro Kecamatan Mojo Kediri,
Sulastri warga warujayeng Kecamatan Tanjunganom Nganjuk, Siti anisah warga
Gulun Kecamatan Mahaspati Magetan dan Suci kurniawati warga desa Joyotaman
Kecamatan Serengan Surakarta.
Padahal mereka adalah warga biasa yang hidup
bermasyarakat dan tidak selalu diawali dengan proses penangkapan. Bilamana
mereka jelas-jelas mengkomersilkan baru ditindak, dalam hal ini penangkapan
yang dilakukan tidak sesuai prosedur, mereka yang terjaring dalam operasi
gabungan dinilai wanita tuna susila. Jika tidak jelas melakukan razia jangan
seenaknya menuduh warga yang kos sebagai penjaja seks.
Di tempat terpisah, saat wartawan mengkonfirmasi salah
satu keluarganya Sumiran(samaran, red). Dia menyayangkan sikap KASAT POL PP
Hariono yang biasa disapa herex, penangkapannya tidak mendasar alias ngawur ,“
wong ini lo masih anak saya dari keluarga baik – baik dan saya membawa bukti
surat nikah serta mengajak suaminya ke kantor Satpol pp Nganjuk, saya sampaikan
dengan tegas kalau operasi yang bener pak dan anak saya bukan WTS apa yang
bapak tuduhkan, jelas dengan penangkapan ini melanggar HAM, saya sebagai orang
tua jelas tidak terima atas penangkapan ini,” pungkasnya.
Hal senada diungkapkan Sri,dia menambahkan, penangkapannya dinilai sepihak. Dia menyayangkan
operasi ini sangat tidak manusiawi ,”saya juga kaget mas pagi-pagi kok dibawa
tanpa ditanyai legalitas surat tempat tinggal dan saya juga punya ktp untuk
persyaratan kos padahal saya bukan WTS.!!,” ancapnya.
Sementara itu kasat pol pp Hariono waktu dikonfirmasi
dikantornya wartawan menambahkan bahwa operasi ini, sudah melalui prosedur. Dan
saya selaku kasat pol pp akan terus melakukan razia untuk mensterilkan para WTS
dan kos-kosan yang tidak ada legalitas, tulis yang besar mas dimedia kalau
perlu tampakan foto saya dengan wajah yang kelihatan geram,” tandasnya. (Kus/Why)

No comments:
Post a Comment