Koran Republik News

Tuesday, December 22, 2015

Jembatan Penghubung Dua Kecamatan Tak Layak Pakai,PU Binamarga Nganjuk Terkesan Tutup Mata

Nganjuk - LR
Kondisi jembatan penghubung antara Desa Kepel  Kecamatan Ngetos dengan Desa Margopatut Kecamatan Sawahan  kian parah. Dulu, jembatan ini bisa dilalui roda dua sekarang sangat sulit dan extra berhati-hati saat melaluinya.

PANTAUAN Awak Media LR, besi yang berfungsi menyangga jembatan sudah gak layak sepanjang kurang lebih 8 meter itu agak parah.  Kondisi itu membuat warga khawatir dan akhirnya menyangga dengan kayu seadanya. Belum dibangunya  jembatan ini membuat warga kedua desa kesal. Pasalnya, warga harus memutar lebih jauh lagi untuk sampai ke Desa Margopatut  begitupun dengan sebaliknya.

Salahsatu warga setempat, Paidi (55) menuturkan,tidak dibangunya  akses jembatan sangat disayangkan warga. Mengingat, selama ini jembatan menjadi akses penghubung kedua desa tersebut. Namun hal tersebut tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah Daerah,khususnya PU Binamarga.
“Sudah beberapa kali pemerintah desa mengajukan perbaikan pada pemerintah daerah namun tidak juga disikapi,” keluhnya kepada Awak Media LR.Bahkan hingga jembatan tersebut kondisinya kian parah, sebutnya, belum juga ada wacana perbaikan.
“Ya, selama ini kalau perbaikan paling nambal kayu saja, itu juga kadang saya sendiri yang melakukan. Tidak jarang juga warga lain yang suka lewat ke sini,” ujarnya.

Dikatakan Paidi, putusnya jembatan yang sudah berusia kurang lebih 30 tahun ini, dikarenakan besi-besi yang menjadi bantaran jembatan gak layak.
Bukan hanya itu, jembatan yang sebagian besar terdiri dari besi sudah mengalami korosi karena tidak ada perawatan bahkan perbaikan.

“Lihat saja pada berkarat semua mas, sedangkan setiap hari banyak warga yang melintas menggunakan sepeda motor. Lama kelamaan kan tidak kuat, jadi patah,” imbuh dia.Jika hanya mengalami kerusakan sedikit, diungkapkan Paidi, pihaknya siap memperbaiki.

Namun karena kerusakannya ada pada hampir seluruh rangka jembatan yang terbuat dari besi, ia tidak dapat berbuat apa-apa, selain dengan mengimbau warga untuk tidak melewati jembatan ini. “Kalau nambal kayu saja sih kami lakukan, ini besi jadi kami tidak bisa apa-apa. Makanya kami berharap pemerintah dapat segera memperbaikinya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Binamarga Ir Yusuf Satrio Wibowo MT  melalui juru bicara Hany  mengatakan, sejauh ini pihaknya masih mengkaji terkait kewenangan jembatan tersebut. “Kalau masalah jembatan, baru dilakukan pengkajian pengalihan kewenangan. Karena kita belum tahu kewenangannya siapa,karena yang kita tangani sudah ada rekom,seingat saya belom ada info masuk kesana lho terkait jembatan itu,” tandasnya. Apabila memang menjadi kewenangan PU Binamarga, pihaknya akan segera mengupayakan perbaikan jembatan itu. “Sampai saat ini belum jelas kewenangan untuk mengerjakan jembatan tersebut, maka dari itu kami akan melakukan pengkajian terlebih dahulu,” pungkasnya.

Ditempat terpisah Camat Ngetos Hariadi menyayangkan kepada dinas terkait yaitu PU Binamarga,karena ini sebenarnya kewenangan Dinas terkait yang dibeberkan dikantornya kepada Awak Media LR,Hariadi sangat mengharapkan  secepatnya memperbaiki jembatan yang sangat dibutuhkan warga desa Kepel,kebanyakan warga desa tersebut banyak melakukan aktifitas didesa Margopatut,harapan warga sekitar yang mengidam-idamkan jembatan tersebut biasa cepat selesai diperbaiki,”tandasnya (ksn/why)


No comments:

Post a Comment

Search