
MOJOKERTO,Lintas Republik
Densus 88 menggerebek dua rumah masing-masing di Jalan Empunala dan
juga di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Sabtu malam.Penggerebekan
pertama dilakukan di Jalan Empunala No 78, Lingkungan Balongcok, Kelurahan
Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, rumah tersebut dihuni oleh Indraji Idham Wijaya (28) bersama dengan istri dan juga dua orang anaknya yang masih balita. Dalam penggerebekan tersebut, petugas membawa beberapa orang dengan cara menutup kepala terduga dan membawa menggunakan mobil.Tidak hanya orang dewasa, dalam penggerebekan yang berlangsung singkat itu, petugas juga membawa balita dan juga perempuan.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, rumah tersebut dihuni oleh Indraji Idham Wijaya (28) bersama dengan istri dan juga dua orang anaknya yang masih balita. Dalam penggerebekan tersebut, petugas membawa beberapa orang dengan cara menutup kepala terduga dan membawa menggunakan mobil.Tidak hanya orang dewasa, dalam penggerebekan yang berlangsung singkat itu, petugas juga membawa balita dan juga perempuan.
Ketua RT 3/RW 2 Lingkungan Balongcok tempat Rumah Terapi digerebek
Densus 88, Didik Hardi Santoso di lokasi, Sabtu (19/12/2015) malam mengatakan
rumah tersebut milik dr Nurul. Rumah di Jalan Empunala No 78 itu dikontrak oleh
Indraji sejak bulan Mei 2015. "Dikontrak bulan Mei dari dr Nurul, kemudian
dibenahi dan baru ditempati Bulan Juli lalu," kata Didik yang rumahnya
hanya berjarak sekitar 20 meter dari sarang terduga teroris itu.
Menurut Didik, rumah tersebut ditempati oleh Indraji bersama seorang istri dan dua anaknya. Kedua putri Indraji sendiri masih berusia balita. Sejak disewa, rumah berpagar besi warna merah ini digunakan untuk tempat terapi pijat. "Terapinya buka setiap siang hari. Kadang ada karyawan dua orang laki-laki. Kata Pak Indra karyawan dia itu anak Kota Mojokerto," ujarnya.
Didik pun mengaku kaget ketika rumah yang ditempati keluarga Indraji itu tiba-tiba digrebek oleh tim Densus 88 anti teror. Menurut dia, selama ini tidak ada aktivitas yang mencurigakan dari keluarga Indraji. "Orangnya aktif mengikuti kegiatan di lingkungan sini, sering muncul ke masyarakat," pungkasnya.
Menurut Didik, rumah tersebut ditempati oleh Indraji bersama seorang istri dan dua anaknya. Kedua putri Indraji sendiri masih berusia balita. Sejak disewa, rumah berpagar besi warna merah ini digunakan untuk tempat terapi pijat. "Terapinya buka setiap siang hari. Kadang ada karyawan dua orang laki-laki. Kata Pak Indra karyawan dia itu anak Kota Mojokerto," ujarnya.
Didik pun mengaku kaget ketika rumah yang ditempati keluarga Indraji itu tiba-tiba digrebek oleh tim Densus 88 anti teror. Menurut dia, selama ini tidak ada aktivitas yang mencurigakan dari keluarga Indraji. "Orangnya aktif mengikuti kegiatan di lingkungan sini, sering muncul ke masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu Kasat Resrkim Polres Mojokerto Kota Ajun Komisaris Polisi
Maryoko membenarkan adanya penggerebekan tersebut. "Memang benar ada
penggerebekan itu," katanya singkat Minggu.
Usai melakukan penggerebekan di Jalan Empu Nala No 78, Lingkungan
Balongcok, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto,Densus 88
anti teror melakukan penggerebekan rumah salah satu terduga teroris di Desa
Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Rumah di Dusun Trowulan RT 4 RW 2, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten
Mojokerto tersebut milik Moch Choirul Amin (38). Densus 88 anti teror melakukan
penggerebekan sekitar pukul 21.00 WIB. Selama dua jam, Densus 88 anti teror
mengamankan sejumlah barang bukti dari dalam rumah serta istri dan kelima anak
terduga teroris.
Dalam penggerebekan itu tim Densus menemukan sejumlah barang seperti pupuk urea, paku, gotri, switching, parang, parafin, buku-buku panduan merakit bom, serta sebuah peta daerah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi. Tidak ditemukan bom di lokasi tersebut.
Ketua RT 4, Pariadi mengatakan, terduga teroris tersebut merupakan satu keluarga yang mengontrak di rumah milik Antok. "Mereka satu keluarga, suami-istri dan lima orang anak. Mereka bukan orang sini tapi mengontrak," ungkapnya, Minggu (20/12/2015).
Dalam penggerebekan itu tim Densus menemukan sejumlah barang seperti pupuk urea, paku, gotri, switching, parang, parafin, buku-buku panduan merakit bom, serta sebuah peta daerah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi. Tidak ditemukan bom di lokasi tersebut.
Ketua RT 4, Pariadi mengatakan, terduga teroris tersebut merupakan satu keluarga yang mengontrak di rumah milik Antok. "Mereka satu keluarga, suami-istri dan lima orang anak. Mereka bukan orang sini tapi mengontrak," ungkapnya, Minggu (20/12/2015).
Masih kata Pariadi, pengontrak rumah atas nama Moch Choirul Amin yang merupakan warga Dusun Gumuk RT 5 RW 5, Desa Jetis, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Moch Choirul Amin menempati rumah tersebut bersama istri dan lima orang anaknya. "Dia kontrak disini sejak bulan Agustus lalu bersama istri dan lima orang anak. Setiap ada kegiatan, dia selalu ikut tapi untuk setiap harinya dia kerja di Jalan Empu Nala itu (lokasi penggerebekan sebelumnya, red). Katanya suaminya sudah ditangkap di Empu Nala," ujarnya.
Menurut Kapolsek Trowulan, AKP Sulkan, penggerebekan ini adalah hasil pengembangan yang didapat dari hasil penangkapan di Jalan Empunala 78. Selain buku jihad dan dokumen palsu, tim Densus 88 juga mengamankan satu set komputer, sebuah laptop, 2 hardisk, 1 set stempel palsu, sebuah ponsel Smartfren, 3 kardus HP Samsung, dan 2 bilah pisau. Namun lagi-lagi tidak ditemukan bahan peledak di lokasi kedua ini."Bahan peledak tidak ditemukan. Kalau buku-buku jihad ada," kata Sulkan.
(Smn-LR)
(Smn-LR)
No comments:
Post a Comment