Bangka Belitung,LintasRepublik
Naas nasib pekerja tambang timah yang berarea di wilayah kecamatan Pemali Bangka Belitung yang di kelola oleh PT. PTS (Putra Tonggak Sentosa) atau yang lebih terkenal dengan sebutan tambang Pondi Hidayat ,bos yang berasal dari kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka Utara
Korban tersebut adalah salah seorang pekerja tambang yang dalam aktivitasnya sebagai operator alat berat exkapator (pc).Suherwin alias Caca(35) tahun korban meninggalkan satu istri dan dua orang anak yang masih bersekolah tingkat dasar,menurut keterangan saksi korban terperangkap dalam lumpur dengan kedalaman kurang lebih 16 m.kira kira pukul 23:00 wib minggu malam (21/06/2015).
Menurut keterangan mantan pekerja yaitu kakak korban haji Kat "memang sangat berbahaya bekerja di bawah itu sambil memunjuk ke arah tkp, itulah sebabnya saya berhenti dua tahun yang lalu karena bos tambangnya tidak memikirkan Keselamatan dan nyawa para pekerjanya,selain itu pengawasan dari PT timah tbk pun kurang tegas,banyak sekali kelalaian, kecerobohan dan tidak memikirkan keselamatan pekerja dan Saya akan menuntut kepada bos tambang ini atas kematian adik saya".ungkap haji Kat (kakak Korban).
Hal senada juga terlontar dari mulut Didi juga mantan pekeja tambang yang sama "saya tidak mau bekerja karena takut terjadi hal yang sama dengan saya ,sudah banyak saya ikut bekerja di tambang menjadi operator alat berat, tapi kerjanya tidak begini! seharusnya dinding dinding itu di buat trap ber jarak setiap tiga meter".Kejadian ini sudah yang tiga kalinya dan selalu memakan korban .pungkas Didi (mantan pekerja)
Sudah hampir empat pekan jasad korban belum di temukan dan sudah berbagai cara usaha pencarian dari timsar hingga orang pintar alis dukun belum juga membawa hasil.Dan dari pihak kepolisianpun belum menetapkan siapa tersangkanya alias masih dalam proses penyidikan.(sukron/robi)



No comments:
Post a Comment