![]() |
| Dr Agus Pribadi Direktur RSUD Kertosono |
Nganjuk – LintasRepublik
Keluhan
kurangnya dokter spesialis di Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu perhatian pihak RSUD
Kertosono . Untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis atau dokter spesialis di RSUD
Kertosono . Maka dalam waktu dekat ini pihak dari RSUD Kertosono akan mendatangkan tujuh tenaga medis spesialis.
Menurut
Direktur RSUD Kertosono Dr Agus
Pribadi kepada wartawan mengatakan, untuk mendatangkan tenaga dokter
spesialis ini sebenarnya berbasis kepada kekurangan dan kebutuhan dari RSUD
Kertosono. “Hal ini dikarenakan kami memiliki tenaga yang terbatas dan
tuntutan kebutuhan dari masyarakat yang datang berobat atau mengunjungi RSUD
Kertosono sebagai rumah sakit rujukan
dari Puskesmas di Kabupaten Nganjuk,” kata Agus Pribadi , Kamis (2/7).
Kata Agus
Pribadi, adanya kebutuhan akan tenaga spesialis sebuah terobosan jangka
panjang. Beberapa waktu lalu pihaknya melakukan penanganan masalah kesehatan organ dalam tanpa
bedah, seperti diabetes melitus, sakit ginjal, sakit lambung, lever, dll.
Ditangani oleh dokter ahli penyakit dalam yang profesional dan berpengalaman
dibidangnya serta ditunjang dengan fasilitas yang memadai sesuai dengan
kebutuhan pasien, keluhan pasien mengenai penyakit dalam dapat ditangani dengan
baik
Menurutnya,
beberapa waktu lalu ada Tujuh dokter
spesialis yang telah didatanginya. Ketujuh tenaga medis spesialis yang akan
didatangkan tersebut adalah dokter spesialis OBGYN,Anak,Penyakit Dalam,dokter
spesialis RADIOLOGI,MATA,THT,BEDAH dan .dokter spesialis
FISIOTERAPI,ANASTESI,ORTHOPEDI,PARU . “Tenaga spesialis ini juga perlu
didukung oleh tenaga sub spesialis. Nantinya ini kita gunakan sistem
kesepakatan untuk dirancang supaya supaya masyarakat benar - benar merasakan
dokter spesialis tanpa terputus,” terangnya.
Dirinya
berharap, kedepannya anak-anak Kabupaten Nganjuk yang kuliah terutama yang
menempuh pendidikan dokter spesialis di luar dapat meraih gelar, sehingga lima
tahun mendatang Kabupaten Nganjuk tidak
perlu mengontrak tenaga medis spesialis dari luar. Karena
hingga saat ini Nganjuk masih tergantung
akan kebutuhan tenaga spesialis dari luar.,” pungkasnya.*(kus/adv)

No comments:
Post a Comment