Peristiwa jatuhnya pesawat Hercules yang terjadi di Sumartera Utara (Selasa, 30/6/2015) mengakibatkan banyak korban yang meninggal dunia,Warga Mojokerto ternyata ada yang menjadi korban jatuhnya pesawat Hercules di Medan tersebut. Korban adalah Peltu Ibnu Kohar, salah satu teknisi Pesawat Hercules C-130 milik TNI AU, dan tercatat sebagai warga Desa Gedeg RT 5 RW 1, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
Peltu Ibnu Kohar, merupakan anak pertama dari lima bersaudara pasangan suami-istri, Abu Dzarrin-Lianah. Ia meninggalkan seorang istri (Istibsyaroh) dan dua orang putri. Putri pertama bernama Firda, masih duduk di bangku SMA dan putri keduanya, Dila duduk di bangku SD. Pria kelahiran tahun 1967 ini, masuk TNI Angkatan Udara (AU) tahun 1990.
Pihak keluarga mengetahui peristiwa jatuhnya pesawat Hercules dari tayangan televisi, namun tak mengira kalau Ibnu Kohar juga ikut menjadi korban. Selama ini, Ibnu diketahui bertugas di Sekuadron Udara 32, Lanud Abdul Rahman Saleh Malang.
Jenazah tiba di rumah duka pukul 01.30 WIB dari Lanud Abdurahman Saleh, Malang. Isak tangis mengiringi kedatangan salah satu teknisi pesawat Hercule C-130 milik TNI AU yang jatuh di Medan, Sumatra Utara pada Selasa (30/06/2015), Peltu Ibnu Kohar.

Jenazah bapak dua anak ini tiba di rumah duka di Dusun Gedeg Barat RT 5 RW 1, Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto dikawal dengan 11 mobil. Jenazah diberangkatkan dari Lanud Abdurahman Saleh pada pukul 22.30 WIB dan tiba di rumah duka pada Kamis (02/07/2015) pukul 01.30 WIB.
Setelah tiba di rumah duka, jenazah disholatkan terlebih dulu di mushola keluarga yang berada di samping rumah korban. Usai disholatkan, jenazah kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. Tidak ada upacara militer dalam pemakaman korban.
Kepala Sub Seksi Kelengkapan Perorangan dan Pelayanan Personil (Kasubsi Kopar Yanpers), Kapten Mulyadi mengatakan, dalam tata cara aturan upacara pemakaman tidak diperkenankan untuk melakukan pemakaman militer selepas pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB. "Sehingga tidak tembakan salvo yang dilakukan malam hari karena dimungkinkan berbahaya," ungkapnya.
Seperti diketahui, Peltu Ibnu Kohar merupakan satu dari ratusan korban pesawat Hercules yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan sekitar pukul 11.48 WIB, Selasa (30/06/2015). Pasangan suami isteri (Pasutri) ini memilih tinggal di Asrama Militer Skuadron 32 Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh Malang setelah keduanya memutuskan menikah.
Almarhum meninggalkan satu orang istri Istibsyaroh (41) dan dua orang putri, Firda yang masih duduk dibangku kelas XII SMA dan Dila kelas V SD. Peltu Ibnu Kohar memilih mengawali karirnya dengan mendaftar sebagai anggota TNI mengikuti jejak sang ayah.

No comments:
Post a Comment