BANYUWANGI_Lintas Republik
Kabupaten Banyuwangi Rabu 9 desember 2015 di gelar
pemilihan umum kepala daerah ( Pemilu Kada ) di kabupaten Banyuwangi untuk
memilih Pasangan calon ( Paslon ) Bupati dan Wakil Bupati priode lima tahun,
kedepan. Perhitungan suara manual KPU di awali pada tempat pemungutan suara (
TPS ) perhitungan tersebut di lakukan oleh KPPS setelah pemilih melakukan
pencoblosan.
Hasil hitung tersebut selanjutnya akan di laporkan ke tingkat PPS di
KPUD untuk di lakukan Rapat Pleno keputusan hasil penghitungan suara, Hasil
inilah yang nantinya akan menentukan Pasangan mana yang Unggul dan menjadi
pemenang untuk duduk di Kursi tertinggi di Daerah Banyuwangi. sementara itu ada
pula pihak lain yang melakukan hitungan seperti pihak independen atau dari
pasangan itu sendiri.Metode yang di gunakan adalah hitungan cepat ( Quick Count
) atau pun Real Count dengan mengambil contoh hasi perhitungan surat suara di
beberapa TPS biasanya hasil Presentase tidak jauh dengan hasil hitungan Manual
KPU, namun demikian hasil KPU- lah yang di anggap Sah oleh KPU.
Azwar anas yang memimpin Banyuwangi pada Preode 2010-2015 atau Incumben
itu memang kerap di Unggulkan dari pasangan Rivalya karena mampu membangun
wilayahnya, Azwar anas Jeblosan Tokoh Muda NU ( Nahdatul Ulama ) di banyuwangi
sehingga memiliki Basis kekuatan dari kalangan para Ulama dan Simpatisan NU di
Wilayahnya.ia juga kembali mempercyakan Posisi Wakil kepada Yusuf Widyatmoko
yang di usung oleh Partai PDI Perjuangan dengan merebut kembali suara
masyarakat Banyuwangi di Kompetisi PILKADA melalui hitungan cepat LSI dalam
Quick Count dengan berikut perolehan Suara :
Abdullah Azwar anas dan Yusuf Widyatmoko : 88,78 persen.
Sumantri soedomo dan Sigit Wahyu Widodo : 11,22 persen.
Abdullah Azwar anas dan Yusuf Widyatmoko : 88,78 persen.
Sumantri soedomo dan Sigit Wahyu Widodo : 11,22 persen.
Direktur Citra Publik-LSI Network Ade Mulyana menjelaskan hitung cepat
itu dilakukan di lebih dari 228 TPS dengan tingkat kepercayaan 98,25 persen dan
margin of error 1 persen.
Metode penarikan sampel memakai multistage random sampling. Sampel TPS
diambil secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih. "Ini perhitungan
final quick count dari semua data yang masuk," katanya.
Menurut Ade, kemenangan Anas sudah diprediksi jauh sebelum ini
mengingat elektabilitasnya yang tinggi. Sebagai petahana, Anas dinilai berhasil
memimpin Banyuwangi oleh mayoritas warga Banyuwangi. Ia mengatakan, sebelumnya
dalam survei diketahui bahwa pemilih rasional Anas yang sulit digoyahkan
(strong supporters) mencapai 84 persen. Mereka adalah pemilih rasional yang
mendukung Anas karena alasan kinerja.
Berdasarkan hasil hitung cepat LSI ini sebaran kemenangan merata di
semua wilayah, dengan terbesar di Kecamatan Kabat, Rogojampi, Singojuruh, dan
Songgon dengan rata-rata kemenangan 92 persen.Anas meminta semua pihak menunggu
hasil perhitungan resmi oleh KPUD Banyuwangi.*(yoyok/LR)

No comments:
Post a Comment