Jombang_LR
Warga Selorejo kabupaten Jombang menanam
pisang di jalan Selorejo , tepatnya pada jalan di ujung Jembatan penghubung antara desa Selorejo
dengan desa Megantu serta Ceweng. Warga melakukan aksi ini karena kesal
lantaran jalan tersebut sudah berbulan rusak dan berlubang namun tidak juga ada
perbaikan.
Lubang pada ujung Jembatan
penghubung antara desa Selorejo dengan desa Megantu serta Ceweng, yang
kondisinya berlubang dengan diameter mencapai 40cm dan kedalaman 50 cm membikin
warga resah karena sangat membahayakan penggunan jalan. Warga berharap denga aksi
tersebut pemerintah akan segera memperbaiki jalan pada jembatan itu mulus dan
rata.
Selain membahayakan para
pengendara motor,lubang inipun berbahaya pada pejalan kaki yang melintas
disekitar lubang itu. Oleh sebab itu warga mengharapkan Pemerintah
Kabupaten Jombang yang dalam ini PU.Dinas Bina Marga segera mendengarkan
aspirasi masyarakat, mengecek ke lokasi dan memperbaiki kerusakan jalan itu..
Warga R(yang namanya tidak mau di
sebut), mengatakan “Jalan ini sudah pernah jebol dan berlubang kemudian di
tutup dan diperbaiki oleh PU.Bina Marga akan tetapi selang 1 bulan sudah jebol
lagi dan berlubang. sudah ada korban kecelakaan di lubang jalan yang rusak
tersebut,kita berharap kepada instansi terkait agar secepatnya memperhatikan
aspirasi masyarakat dan segera memperbaiki kondisi jalan yang sudah berlubang
tersebut. Jangan sampai ada korban lagi akibat rusaknya jalan itu.
Saat tim Lintas Republik
bertandang ke Kantor Dinas PU (kamis 3/12/2015),Kepala Dinas sedang tidak ada
di kantornya ,begitupula dengan Kabid Pemeliharan.Tim hanya di temui oleh wakil
Kabid,Dalam hal ini wakil kabid mengakui kalau jalan itu memang jebol dan
berlubang beberapa bulan lalu tapi sudah di perbaiki. "Kalau sekarang
jebol lagi pihak PU akan memperbaiki kembali dan pelaksanaannya kapan dilakukan
masih akan disechedulkan".ungkapnya*(kus-gianto/LR)

No comments:
Post a Comment