Koran Republik News

Tuesday, November 17, 2015

Sabung Ayam Digrebek Gabungan POLRI Dan TNI


Nganjuk_LR
Satuan Sabhara, Polres Nganjuk bekerja sama dengan TNI, menggerebek lokasi judi sabung ayam dan dadu terbesar di Kabupaten Nganjuk. Dalam pengggrebekan ini, warga yang ikut sabung ayam lari tunggang langgang. Satu di antaranya terjatuh dan berhasil ditangkap polisi. Petugas berhasil mengamankan puluhan sepeda motor, 7 ayam, dan beberapa barang bukti yang lain.Dikomando langsung oleh Kabag Operasional Polres Nganjuk, puluhan petugas dari Satuan Sabhara dan TNI ini langsung menggrebek lokasi judi dadu dan sabung ayam yang berada di Desa Sugih Waras, Kecamatan Bagor, Nganjuk. Mengetahui kedatangan petugas di lokasi kejadian, ratusan warga yang ikut sabung ayam sontak melarikan diri, dan kabur ke areal perkebenunan serta pemakaman, yang berada di sekitar area judi sabung ayam.

Petugaspun memburu mereka, aksi kejar - kejaran pun tak terhindarkan. Beberapa di antaranya melarikan diri dengan jatuh bangun. Dari penggrebekan  ini, satu diantaranya berhasil ditangkap. Petugas juga berhasil mengamankan 7 ayam aduan, puluhan motor , satu set alat judi dadu, satu set alat judi ayam, serta puluhan set sandal.

Razia yang digear pada sore hari ini (14/11), selain mengamankan pelaku, petugas juga meminta keterangan beberapa penjual makanan dan minuman yang berada di sekitar area judi. Disinyalir judi sabung ayam ini merupakan lokasi judi terbesar di Nganjuk, dan sudah beroperasi lama. Dilihat dari lokasinya, lokasi judi sudah disiapkan sedemikian rupa, lengkap dengan arena tarung, ring , dan tribun penonton, serta beberapa alat pendukung lainnya. 

Kompol Sutono, Kabag Operasional Polres Nganjuk mengungkapkan, penggrebekan ini dilakukan setelah adanya informasi dari masyarakat, yang mengungkapkan judi sabung ayam ini sudah berlangsung cukup lama dan meresahkan warga. 

Sementara, menurut basori, pelaku judi ayam yang tertangkap, aksi judi sabung ayam ini beromzet ratusan juta rupiah.  Sekali taruhan mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 25 juta rupiah. Ia mengaku baru dua kali ikut judi tersebut. Para pelaku judi juga tidak hanya berasal dari dalam Kota Nganjuk, bahkan pemain judi dari luar kota juga ikut serta. (eko.s)

No comments:

Post a Comment

Search