Ruwat Agung Nuswantara Majapahit, tahun ini kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Kegiatan pelestarian budaya yang sudah menjadi agenda tahunan ini
Mojokerto,LintasRepublikMojokerto dikenal sebagai tlatah petilasan kerajaan Majapahit, kerajaan besar yang telah mempersatukan nusantara. Jadi, kegiatan ini juga merupakan bentuk upaya melestarikan budaya Majapahit yang adiluhung,” jelas Didik Khusnul Yakin, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata
Didik juga menjelaskan, ada beberapa agenda kegiatan yang bisa diikuti oleh masyarakat. Seperti unduh-unduh Patirtaan, Ruwatan Massal, Pagelaran Wayang kulit, dan puncaknya adalah Kirab Agung Nuswantara.
Kegiatan diawali dengan Festival Macapat yang diselenggarakan di Pendopo Agung Trowulan pada hari Kamis, tanggal 15 Oktober. ”Festival ini ada dua bagian. Pertama, Festival Macapat pelajar yang diselenggarakan pagi hari. Sementara malamnya, para budayawan akan meramaikan Gebyar Macapat-nya,” kata Didik. Selanjutnya adalah Unduh-unduh Patirtaan yang berlangsung pada dini hari. Para budayawan akan mengambil air dari tujuh sumber mata air, yang kemudian dicampur menjadi satu.
Di hari kedua, Jumat 16 Oktober, Pagi harinya akan berlangsung Ruwatan Massal, yang juga diikuti noleh masyarakat umum. Bagi masyarakat yang ingin diruwat, bisa mendaftarkan diri di Disporabudpar atau di pendopo Agung. Penyelenggara menyediakan kuota sebanya 200 orang, untuk acara ruwatan missal ini. Sementara malam harinya akan dilangsungkan pagelaran wayang kulit dengan lakon ”Murwakala”
Sedangkan puncak rangkaian acara ini adalah berlangsungnya kegiatan Kirab Agung Nuswantara pada hari Sabtu, 17 Oktober 2015. ”Tahun ini pesertanya lebih banyak. Masing-masing kecamatan di kabupaten Mojokerto akan menampilkan perwakilan dan budayanya masing-masing. Juga ada dari kalangan pelajar, instansi dan perbankan dll,” terang Didik lagi.
Rute Karnaval mulai dari depan Pendopo agung Trowulan hingga makam Troloyo. Jalan akan disterilkan mulai pukul 12 siang. Masyarakat yang akan menyaksikan karnaval juga dihimbau untuk berjalan kaki, dan memarkir kendaraan atau motornya di tempat-tempat yang sudah disediakan. Harapannya, Karnaval bisa disaksikan masyarakat, tanpa terganggu lalu-lalang kendaraan.(fa_LR)
No comments:
Post a Comment