Koran Republik News

Friday, September 18, 2015

Kredibilitas Pemimpin

KEPERCAYAAN TIMBUL KARENA PEMIMPIN SELALU MEMBERIKAN KETELADANAN PERILAKU YANG BAIK KEPADA SUBORDINASI DAN PIHAK LAIN.


Lintas Republik
Ketika suatu organisasi akan mengadakan perubahan maka faktor kredibilitas dan kepemimpinan menjadi hal utama. Kredibilitas merupakan hal paling potensial kalau perusahaan mau unggul dalam persaingan pasar.

Kepemimpinan yang kredibel dapat dilihat dari kepercayaan yang diterima seorang pemimpin. Kepercayaan timbul karena pemimpin selalu memberikan keteladanan perilaku yang baik kepada subordinasi dan pihak lain. Hal demikian dapat dilihat dari unsur karakter. Dalam kesehariannya, sebagai seorang pemimpin, dia bersikap jujur, adil, dan rendah hati. Dia selalu mampu menjadi penengah yang handal ketika terjadi suatu konflik di dalam perusahaan.

Kedudukannya sebagai sumber energi positif dari dalam seorang pemimpin. Di dalamnya ada beragam nilai seperti kepercayaan tinggi, kepemimpinan mumpuni, karakter pribadi, kompetensi, kepedulian, dan komitmen tinggi. Semakin tinggi nilai unsur-unsur tersebut semakin tinggi kualitas kredibilitas seorang pemimpin. Sekaligus juga akan berefek pada meningkatnya kredibilitas perusahaan. Di sisi lain kredibilitas tidak berperan untuk memulihkan sesuatu agar kembali normal sepenuhnya atau mengembalikan kerugian potensial, tetapi hanya dapat mengurangi ketidak-pastian dan ancaman saja. Untuk itulah kepemimpinan yang kredibel dalam manajemen perubahan sangat diperlukan sekali.

Sementara, ditinjau dari sisi kompetensi berarti dia seseorang yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap-perilaku positif, inovatif, dan pengalaman yang panjang. Katakanlah juga yang memiliki visi maju. Kompetensi ini utamanya dibutuhkan untuk memperkecil terjadinya resiko kegagalan setiap perubahan yang mungkin timbul. Selain itu pemimpin yang memiliki komitmen dicirikan oleh kemampuannya untuk memutuskan siapa saja yang akan dilibatkan dan mengajak mereka untuk mendukung pelaksanaan perubahan. Begitu pula ciri pemimpin yang peduli adalah dia yang memiliki minat tinggi dan mampu mengkoordinasi siapapun yang berminat dan peduli untuk mensukseskan perubahan.

Untuk mencapai keberhasilan perubahan maka seorang pemimpin akan memanfaatkan daya enerjinya melalui optimalisasi keseimbangan, stabilitas, dan kekuatan atas kekuasaannya. Satu saja  unsur dan atau keseimbangan memiliki titik lemah maka akan membatasi kapasitas seorang pemimpin dalam mengelola perubahan secara optimum. Patut disadari bahwa kapasitas seorang pemimpin relatif terbatas. 

Tidak ada istilah superman yang mampu bekerja sendiri. Siapapun tahu seorang pemimpin tidak bakal mampu menghapus semua resiko kegagalan, tidak dapat menjanjikan perusahaan tidak bakal rugi, dan tidak dapat mengurangi sepenuhnya kondisi perusahaan yang kurang sehat. Karena itulah seorang pemimpin harus menghindari kegiatan yang sebatas coba-coba dan obral janji bahwa dia sanggup mengatasi semua persoalan perusahaan. Untuk itu kemampuan berkoordinasi dengan siapapun juga menjadi sangat strategis. Dia harus mampu menjadi konduktor suatu orkestra perubahan yang mengagumkan.

Pengertian Kredibilitas, Profesionalisme, Skeptisme, Konservatisme, dan Integritas
1.       1. Kredibilitas
Kredibilitas adalah kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan. Aplikasi umum yang sah dari istilah kredibilitas berkaitan dengan kesaksian dari seseorang atau suatu lembaga selama konferensi. Kesaksian haruslah kompeten dan kredibel apabila ingin diterima sebagai bukti dari sebuah isu yang diperdebatkan.
 Contohnya, sebagai auditor, kita harus bisa dipercaya dalam mengabil keputusan, dengan data yang benar – benar akurat, dan mengerjakan pekerjaan sebaik mungkin.

2.  Profesionalisme
Profesionalisme (profesionalisme) adalah sifat-sifat (kemampuan, keterampilan, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang tepat terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. [1] Profesionalisme berasal dari profesi yang berarti berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, Jadi, profesionalisme adalah perilaku, keahlian atau kualitas dari seseorang yang profesional 
 Contohnya, sebagai akuntan, kita harus bisa bekerja dengan benar, sesuai dengan standar yang telah dibuat dan selalu memuaskan pihak-pihak yang mempekerjakan kita.

3.  Skeptisme
skep-tis yaitu kurang percaya, ragu-ragu, Sedangkan skeptis-isme adalah aliran (paham) yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan) contohnya; kesulitan itu telah banyak menimbulkan skeptis-isme terhadap kesanggupan dalam menanggapi gejolak hubungan internasional. Jadi secara umum skeptis-isme adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya

4.   Konservatisme
adalah sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari bahasa Latin, conservāre, melestarikan; “menjaga, memelihara, mengamalkan”. Karena berbagai budaya memiliki nilai-nilai yang mapan dan berbeda-beda, kaum konservatif di berbagai kebudayaan mempunyai tujuan yang berbeda-beda pula. Sebagian pihak konservatif berusaha melestarikan status quo, sementara yang lainnya berusaha kembali kepada nilai-nilai dari zaman yang lampau

5.   Integritas
Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya.
Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.


No comments:

Post a Comment

Search