Koran Republik News

Thursday, August 6, 2015

Aksi Demo Petani Bawang Merah Ke DPRD Nganjuk

Nganjuk,LintasRepublik
Petani bawang merah melakukan aksi protes terhadap sikap pemerintah yang enggan mengatur tata niaga komoditas unggulan masyarakat Nganjuk. Akibatnya harga terus merosot hingga Rp 2000 per kg (bawang merah basah), Rp 5 ribu per kg (bawang merah kering).
Dalam aksinya mereka mendesak anggota dewan untuk turut berpikir melakukan pengendalian harga pada tingkatan yang mampu menyejahterakan petani.
Aksi demo para petani
di depan gedung DPRD Nganjuk

Aksi protes petani diawali dengan melakukan pawai di jalan Wilangan hingga Nganjuk. Aksi berhenti di depan kantor DPRD Nganjuk. Para demonstran kemudian melakukan orasi sambil menyebar kuintalan bawang merah dan menginjak-injaknya sebagai aksi protes.
Dalam orasinya salah satu demonstran mendesak kepada pemerintah untuk memberi perlindungan nasib petani yang terus merosot, karena hasil panennya di pasaran terjun bebas.

Bahkan petani juga minta aparat untuk ikut mengawasi distribusi pupuk dan obat untuk menanam bawang merah, yang selalu dipermainkan tengkulak. Indikasinya ketika musim tanam selalu mengalami kenaikan dan keberadaan barang-barang itu langka dipasaran.
“Sehingga petani harus menanggung dengan harga beli obat dan pupuk sangat mahal,” ujar Joko salah seorang pendemo.

Usai melakukan orasi, 15 perwakilan demontrans diterima anggota komisi B untuk menyampaikanaspirasinya. Dalam dialog juga dihadirkan Sekkab Nganjuk, Masduqi, Kapolres Nganjuk Muh. Anwar. Sementara dalam dialog dipimpin langsung Ketua Komisi B, Basori didampingi anggotanya, Yuswanto, Sukamto.

Joko perwakilan petani bawang meminta kepada pemerintah melakukan pengendalian tata niaga bawang merah sebagai pangkal merosotnya harga komoditas itu. Alasannya, pada saat panen raya bawangmerah membludak, dan pasar penbuh dengan bawang merah. “Saya yakin jika tata niaga diatur, maka, harga tidak akan sampai anjlok sampai Rp 2000 per kg,” ujarnya.

Joko juga mendesak kepada pemerintah membantu petani menyediakan dana talangan untuk modal penanaman untuk pembelian pupuk, obat dan bibit. Dengan bantuan modal petani bisa mengurangi risiko kerugian material akibat mahalnya obat, pupuk dan bibit.(kus)

No comments:

Post a Comment

Search