Koran Republik News

Wednesday, March 4, 2015

Aksi Unjuk Rasa-Terkait Dugaan Potong TPG, Disdik Enggan Temui Massa

Puluhan massa dari MDW mendatangi kantor Dinas Pendidikan Sampang tanyakan dugaan pemotongan TPG
Sampang,Lintas Republik_
Dunia Pendidikan kembali tercoreng kali ini,aksi unjuk rasa masyarakat tergabung dalam LSM Madura Development Wacth (MDW), senin (2/03/2015) sekitar pukul 10.30 WIB mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang.

Aksi unjuk rasa berjalan Tertib dan aman walau harus sedikit kecewa.Meski puluhan massa beserta beberapa wali murid terus berorasi ingin menemui Kepala Disdik”Heri Purnomo”, tak ada satu pun perwakilan Disdik yang menemui aksi tersebut dengan alasan sedang tidak berada dikantornya.
Kedatangan masyarakat yang tergabung dalam LSM MDW mempertanyakan dugaan pemotongan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang dilakukan oleh pejabat Disdik setempat.
Ketua LSM MDW Sampang, Tamsul mengatakan dari data yang diketahui jumlah penerima TPG sebanyak 2600 guru. Dimana masing-masing penerima di duga dipotong sebesar 20 persen atau mencapai 300 ribu.
“Tidak hanya itu saja. Pemotoangan tunjangan guru daerah terpencil nilai tunjanganya sama dengan gaji pokok mereka, di potong sebesar Rp 650 ribu perbulan setiap guru,”ucapnya.
Selain itu, Tamsul menjelaskan pemotongan di tubuh  Dinas Pendidikan tersebut masih banyak terjadi. Seperti pungli operator padamu negeri sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per orang.
“Bukan karena apa kwalitas pendidikan sudah buruk. Apa lagi tudingan pemotongan tunjangan beberapa guru merupakan pengakuan dari para guru-guru itu sendiri,”katanya.

Sementara salah satu wali murid, mengaku prihatin dengan kondisi itu, mengingat kwalitas pendidikan di Sampang sudah menandakan kebobrokan dan tercemar buruk. Sebab, bagaimana anaknya bisa belajar dengan sempurna jika gurunya malas mengajar karena tunjangan mereka ter potong.(Ali / FD)

No comments:

Post a Comment

Search