Jakarta,LintasRepublik
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan di geruduk Solidaritas Aksi Mahasiswa Anti Demoralisasi (SAMAD).
Para Mahasiswa dari beberapa aliensi ini menggelar aksi damai dan memberikan bingkisan sebagai hadiah yang ditujukan buat Ketua KPK, Abraham Samad,sebuah paket berisi kondom dan celana dalam dan menuntut Samad mundur dari posisinya sebagai Ketua KPK yang diikuti oleh Komisioner lainnya yang bermasalah.
Hadiah yang di berikan kepada Ketua KPK,Abraham Samad berupa satu paket kondom dan celana dalam tersebut diberikan mahasiswa dan diterima oleh perwakilan KPK.
Koordinator Solidaritas Aksi Mahasiswa Anti Demokrasi,Andi Kurnia,mengatakan,KPK selama di bawah kepemimpinan Samad,mengalami kemelut luar biasa dengan Polri.Ini terjadi karena syahwat politik Samad yang tak terbendung.
"Harus jujur kita sampaikan,bahwa fenomena politik ternyata adalah dari perilaku seorang Abraham Samad (AS),karena semenjak lembaga yang dipimpin olehnya memiliki kewenangan luar biasa,sehingga menyebabkan konflik KPK-Polri,karena Samad menempatkan KPK sebagai tameng untuk syahwat politiknya demi meraih kekuasaan," katanya dalam siaran pers bertajuk 'Dagelan & Kegaduhan Hukum Ala Abraham Samad', yang diterima di Gedung KPK,(kamis,05.02.2015)
Andi menambahkan, bukan hanya Ketua KPK yang terbelit persoalan, tetapi komisioner lainnya seperti, Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnain juga tersangkut kasus hukum.
Untuk itu, pihaknya menuntut Samad mundur dari posisinya sebagai Ketua KPK yang diikuti oleh Komisioner lainnya yang bermasalah.
"Untuk itu Presiden Jokowi harus benar-benar jeli dan selektif melihat persoalan yang terjadi di awal era pemerintahannya sekarang ini, sehingga nantinya dalam keputusannya untuk melantik Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri ataupun Kapolri yang akan di terpilih nanti, dapat menjunjung tinggi hukum yang ada di negara Indonesia ini,tegasnya. (Ima)

No comments:
Post a Comment