Persoalan warga dan Penambang Emas PT.BSI di Gunung tumpang Pitu kec.Pesanggaran,tampaknya belum berhasil menemukan titik terang. Warga Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengecam
polisi yang meletuskan tembakan saat unjuk rasa digelar di kawasan tambang emas
di Gunung Tumpang Pitu ditutup. Itu diduga membuat sejumlah warga tertembak.
Salah seorang warga anti-tambang di sana, Andreas mengatakan polisi
hanya berani pada warga sipil yang lemah. “Kami menyesalkan sikap polisi yang
hanya berani pada warga sipil yang lemah,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia dan warga lainnya akan tetap berunjuk rasa agar
kawasan tambang itu segera ditutup. Andreas sendiri mengatakan pihaknya sudah
bertemu pihak PT Bumi Seksesindo sebagai pemilik izin tambang emas itu. Namun
hasilnya tidak memuaskan massa.Banyak rambu yang menuju lokasi penambangan dihancurkan. Bahkan, tiga
sepeda motor dirusak dan tiang telefon dirubuhkan.
Polres Banyuwangi mengerahkan sejumlah personel untuk mengamankannya.
Namun suasana memanas sehingga sejumlah warga tertembak. Tiga warga sempat di amankan,Pesanggaran aksi perusakan Fasilitas milik
PT.BSI selaku pelaksana penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu,Dusun
Pancer,Desa Sumber Agung,kecamatan Pesanggaran oleh massa kontra Tambang ternyata
terus berlanjut setelah warga membakar Pos 8 pada rabu malam [ 25/11 ] giliran
Gudang milik PT.BSI yang di bakar.Gudang itu sebelumnya adalah Kantor yang di
dalamnya ada 13 motor milik karyawan, 6 Genset dan tumpukan barang kantor.
Sementara aksi warga kontra penambang emas yang di kelola PT.BSI di Gunung
tumpang Pitu kec.Pesanggaran,tampaknya belum berhasil menemukan titik terang
persoalan warga dan Penambang Emas PT.BSI. Aparat kepolisian kembali mengirim pasukan ke lokasi perseteruan massa
Demonstran. Personil yang dikirim itu adalah Anggota Brimob dari Bondowoso dan Malang di
tambah Personil dari Polres Situbondo juga Jember.[ yoyok-red ]


No comments:
Post a Comment