Mojokerto_Lintas Republik
Lebih Dari 2.000 Personel Gabungan Polri
Dan TNI,Siap Amankan PILKADA Mojokerto
Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mojokerto, 9 Desember 2015. Ribuan aparat gabungan tersebut disiagakan untuk mengantisipasi kerusuhan seperti yang terjadi pada Pilkada Kabupaten Mojokerto lima tahun lalu.
Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mojokerto, 9 Desember 2015. Ribuan aparat gabungan tersebut disiagakan untuk mengantisipasi kerusuhan seperti yang terjadi pada Pilkada Kabupaten Mojokerto lima tahun lalu.
Pengamanan tersebut tidak hanya
melibatkan jajaran aparat keamanan dan pemerintahan di Kabupaten Mojokerto saja
tapi juga aparat keamanan dari Kota Mojokerto. Yakni Polres Mojokerto Kota,
Kodim 0815 Mojokerto Ada sebanyak 37 peleton gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan
Dishubkominfo yang dilibatkan,.”Ditambah dari pasukan di luar personil organik
antara lain dari Brimob Polda Jatim dan Batalyon Kavaleri (Yonkav) 3/Tank
Malang,
Aparat tak ingin kerusuhan pilkada tahun
2010 terulang. Saat itu terjadi pembakaran puluhan mobil dinas pemerintah oleh
massa pendukung calon yang tidak lolos. “Selain siaga di sejumlah obyek vital
terutama KPU, kami juga ada yang patroli ke tempat-tempat rawan,” katanya.
Pengumuman pencoretan itu dijaga ketat
aparat kepolisian. Kepolisian dibantu TNI menjaga ketat akses pintu masuk ke
kantor KPU Mojokerto yang berada di Jalan R.A. Basoeni, Kecamatan Sooko,
Kabupaten Mojokerto. “Kami siap mengamankan dan sejak hari ini aparat Polri dan
TNI siaga satu,” kata Kepala Kepolisian Resor Mojokerto Ajun Komisaris Besar
Budhi Herdi Susianto. Aparat menyiagakan lebih dari 2.000 personel gabungan
Polri dan TNI.
Kepolisian dan TNI masih siaga 1 setelah KPU mengumumkan pencoretan pasangan Nisa-Syah. Bahkan kepolisian menambah pasukan Brimob Kepolisian Daerah Jawa Timur sebanyak satu satuan setingkat kompi (SSK). “Hari ini kami dapat tambahan Brimob lagi satu SSK,” ucap Kepala Kepolisian Resor Mojokerto Ajun Komisaris Besar Budhi Herdi Susianto.
Kepolisian dan TNI masih siaga 1 setelah KPU mengumumkan pencoretan pasangan Nisa-Syah. Bahkan kepolisian menambah pasukan Brimob Kepolisian Daerah Jawa Timur sebanyak satu satuan setingkat kompi (SSK). “Hari ini kami dapat tambahan Brimob lagi satu SSK,” ucap Kepala Kepolisian Resor Mojokerto Ajun Komisaris Besar Budhi Herdi Susianto.
Tempat yang menjadi prioritas utama
pengamanan, menurut Budhi adalah kantor KPU Kabupaten Mojokerto di Jalan RA
Basoeni. Hal itu menyusul akan adanya aksi unjuk rasa massa pendukung paslon
nomor urut 1, Choirun Nisa-Arifudinsjah (Nisa-Syah) ke kantor penyelenggara
pemilu itu, Minggu (15/11).
Tak hanya pasukan Brimob dan TNI, sejumlah kendaraan taktis milik polisi disiagakan di kantor KPU Kabupaten Mojokerto. Antara lain, mobil water canon, mobil security barrier (pagar berduri), kendaraan taktis Barracuda, hingga anjing pembubar massa (K9).
Total ada sekitar 2.700 personel Polri dan TNI yang disiagakan dalam pilkada Kabupaten Mojokerto, baik personel di Kabupaten maupun Kota Mojokerto. “Selain pasukan organik, pengamanan juga melibatkan bantuan dari Brimob Polda Jawa Timur dan Batalyon Kavaleri 3 Malang,” ujar Budhi.*(sm)
Tak hanya pasukan Brimob dan TNI, sejumlah kendaraan taktis milik polisi disiagakan di kantor KPU Kabupaten Mojokerto. Antara lain, mobil water canon, mobil security barrier (pagar berduri), kendaraan taktis Barracuda, hingga anjing pembubar massa (K9).
Total ada sekitar 2.700 personel Polri dan TNI yang disiagakan dalam pilkada Kabupaten Mojokerto, baik personel di Kabupaten maupun Kota Mojokerto. “Selain pasukan organik, pengamanan juga melibatkan bantuan dari Brimob Polda Jawa Timur dan Batalyon Kavaleri 3 Malang,” ujar Budhi.*(sm)

No comments:
Post a Comment