Kekeringan pada lahan pertanian disebabkan
oleh pengambilan air di sejumlah titik mata air yang ada di wilayah Pacet,
untuk dijadikan air isi ulangMojokerto,LR
Musim kemarau, menyebabkan sejumlah
lahan-lahan pertanian mengering. Selain di kecamatan Dawar Blandong dan Ngoro
kabupaten Mojokerto yang setiap tahun langganan kekeringan, tahun ini petani di
3 tiga kecamatan lainnya juga mengalami hal serupa. Yakni Kecamatan Gondang,
Dlanggu dan Kutorejo.
Para petani bahkan meyakini, kekeringan pada lahan pertanian mereka disebabkan oleh pengambilan air di sejumlah titik mata air yang ada di wilayah Pacet, untuk dijadikan air isi ulang. Seperti diketahui, setiap hari ada ratusan mobil tanki air isi ulang, mendatangi sejumlah titik mata air di wilayah Pacet untuk mengambil air bersih langsung dari sumbernya.
Kondisi ini juga mendapat perhatian dari Dinas Pertanian kabupaten Mojokerto. Sulistyawati, selaku Kadisperta,” Itu, sumber mata airnya sudah tidak ada. Jadi mau di pompa pakai model apapun, airnya nggak akan keluar. Ya karena kondisi sekarang beda dengan dulu. Kondisi hutan sudah tidak seperti dulu. Apalagi saya dengar, air-air diambili pakai mobil tanki, dan dibawa keluar Mojokerto. Itu kan akhirnya berdampak pada pertanian,” terangnya.
Dinas Pertanian melalui kementrian Pertanian, sudah memberikan bantuan berupa 90 pompa air yang dibagikan pada sejumlah kelompok tani. “Bahkan hari ini, saya sudah meminta petugas untuk mengecek kondisi di Dlanggu. Kebetulan saya masih punya tiga pompa air. Tiga pompa ini adalah bantuan tambahan dari kementrian pertanian, setelah saya saya mengusulkannya dalam salah satu pertemuan,” ungkap Sulistyawati.
Sementara itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto juga akan mengecek pengelolaan sumber air untuk air isi ulang. Ismail Pribadi - Ketua mengatakan, setelah menerima pengaduan dari perwakilan petani yang mengeluhkan kekeringan tanaman pertanian, akibat banyaknya pengambilan air untuk air isi ulang. Sehingga dewan akan konsultasi ke Gubernur Jawa Timur.
“Nanti akan ditanyakan soal ijin dan mekanisme pengelolaan sumber air dan pengambilan air untuk air isi ulang. Sebab pengelolaan dan pengambilan air isi ulang di Kabupaten Mojokerto cukup banyak”, ujar Ismail.
Selain itu belum diketahui pengelolaan sumber air di Kabupaten Mojokerto sudah ada ijinya atau tidak.
“Untuk di Kabupaten Mojokerto pengelolaan sumber air untuk air isi ulang ada sekitar 16 titik, yang tersebar di kawasan Pacet dan Trawas”, jelasnya.(MJ/LR)
Para petani bahkan meyakini, kekeringan pada lahan pertanian mereka disebabkan oleh pengambilan air di sejumlah titik mata air yang ada di wilayah Pacet, untuk dijadikan air isi ulang. Seperti diketahui, setiap hari ada ratusan mobil tanki air isi ulang, mendatangi sejumlah titik mata air di wilayah Pacet untuk mengambil air bersih langsung dari sumbernya.
Kondisi ini juga mendapat perhatian dari Dinas Pertanian kabupaten Mojokerto. Sulistyawati, selaku Kadisperta,” Itu, sumber mata airnya sudah tidak ada. Jadi mau di pompa pakai model apapun, airnya nggak akan keluar. Ya karena kondisi sekarang beda dengan dulu. Kondisi hutan sudah tidak seperti dulu. Apalagi saya dengar, air-air diambili pakai mobil tanki, dan dibawa keluar Mojokerto. Itu kan akhirnya berdampak pada pertanian,” terangnya.
Dinas Pertanian melalui kementrian Pertanian, sudah memberikan bantuan berupa 90 pompa air yang dibagikan pada sejumlah kelompok tani. “Bahkan hari ini, saya sudah meminta petugas untuk mengecek kondisi di Dlanggu. Kebetulan saya masih punya tiga pompa air. Tiga pompa ini adalah bantuan tambahan dari kementrian pertanian, setelah saya saya mengusulkannya dalam salah satu pertemuan,” ungkap Sulistyawati.
Sementara itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto juga akan mengecek pengelolaan sumber air untuk air isi ulang. Ismail Pribadi - Ketua mengatakan, setelah menerima pengaduan dari perwakilan petani yang mengeluhkan kekeringan tanaman pertanian, akibat banyaknya pengambilan air untuk air isi ulang. Sehingga dewan akan konsultasi ke Gubernur Jawa Timur.
“Nanti akan ditanyakan soal ijin dan mekanisme pengelolaan sumber air dan pengambilan air untuk air isi ulang. Sebab pengelolaan dan pengambilan air isi ulang di Kabupaten Mojokerto cukup banyak”, ujar Ismail.
Selain itu belum diketahui pengelolaan sumber air di Kabupaten Mojokerto sudah ada ijinya atau tidak.
“Untuk di Kabupaten Mojokerto pengelolaan sumber air untuk air isi ulang ada sekitar 16 titik, yang tersebar di kawasan Pacet dan Trawas”, jelasnya.(MJ/LR)
No comments:
Post a Comment