Ngawi.Lintas Republik
Sikap arogan guru terhadap murid kembali terjadi di Ngawi 15 Agustus 2015 gara gara hal yang sepele. Hal ini terjadi terhadap Brian Eko Nur Febrianto (15) pemuda kurus siswa kelas satu SMK PGRI 6 Ngawi di jadikan sasak guru agamanya inisial SML (35) dengan tangan kosongnya tiga kali di perutnya sehingga harus diokname di puskesmas Geneng .
Sikap arogan guru terhadap murid kembali terjadi di Ngawi 15 Agustus 2015 gara gara hal yang sepele. Hal ini terjadi terhadap Brian Eko Nur Febrianto (15) pemuda kurus siswa kelas satu SMK PGRI 6 Ngawi di jadikan sasak guru agamanya inisial SML (35) dengan tangan kosongnya tiga kali di perutnya sehingga harus diokname di puskesmas Geneng .
Orang tuanya tidak terima dengan ulah guru agamanya itu melaporkan kejadian tersebut kepolsek Geneng dengan didampingi beberapa media cetak maupun elekrtonik.
Kasat reskrim Polsek Geneng Bahrudin “ tadi jam 10 pagi ada laporan dari bapak korban yang intinya bahwa anaknya dipukuli guru agamanya.” Kasus penonjokan terhadap siswa di SMK PGRI 6 Ngawi oleh guru agamanya kini dalam penanganan petugas Polsek Geneng Ngawi. Polisi akan memanggil guru yang bersangutan untuk dimintai keterangan.
Dalam keterangannya si korban membeberkan kronologi kejadian yang mengakibatkan dia di pukuli gurunya,“Selesai sholat dukha kami bersama teman teman ramai dimushola ,saat masuk kelas pak guru nanya siapa yang ramai dimushola, saya angkat tangan di suruh maju lalu ditonjok perutku 3 kali .Pukulan 2kali langsung kena perut yang ke 3 kena tangan saat melidungi perutku sampai jam tanganku putus,dan menyuruhku keluar sambil berkata kalau gak terima bilang sama orang tuamu”Ucap eko nur febrianto sambil menahan perutnya yang sakit.
Setyani orang tua korban menjelaskan, bahwa tindakan guru agama kelas 10 di SMK 6 dianggap sudah keterlaluan, karena telah membuat anaknya menderita sakit.”Anak saya disini sekolah dan menuntut ilmu bukan untuk ditonjoki,”terangnya.
Sementara itu, pihak sekolah SMK PGRI 6 Ngawi membenarkan kejadian yang dilakukan oleh salah satu guru Agama yang telah melukai siswanya dengan cara menonjoki.“Kejadian itu karena anak tersebut dianggap membuat gaduh saat pelajaran agama sholat di mushola, sebenarnya hal itu hanya guyon (bercanda) agar siswa tertib,kejadian itu hanya dibesar-besarkan,”ujar Ismail Wakil Kepala Seolah SMK 6 Ngawi.
Usai kejadian pihak sekolah juga sudah berusaha mendatangi orang tua siswa dirumahnya, untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya,namun orang tua siswa sudah ke buru lapor ke Polisi..(an)

No comments:
Post a Comment