Republik News

Koran Republik News

Friday, July 10, 2015

Anak Wajib Berdoa dan Nyanyi "Indonesia Raya" di Sekolah


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan saat pembukaan Rapat Koordinasi Sosialisasi Gerakan Pemberdayaan Karakter di Sekolah,  di Gedung Kemdikbud, 10 Juli 2015
Mendikbud,Anies Baswedan saat pembukaan Rapat Koordinasi Sosialisasi Gerakan Pemberdayaan Karakter di Sekolah, di Gedung Kemdikbud, 10 Juli 2015

Jakarta,LintasRepublik

Pada Peraturan Mendikbud 21/2012, lanjutnya, ada tiga kegiatan yang saat ini harus diterapkan di sekolah, yakni intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan nonkurikuler. Dari ketiga kegiatan tersebut, nonkurikuler jarang diperhatikan, padahal sangat penting. Kegiatan tersebut akan diadakan pada tahun ajaran baru 2015/2016.

 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan sekolah harus menanamkan nilai kebangsaan dan kebinekaan. Di sekolah dasar (SD) mulai ditanamkan nilai-nilai budi pekerti untuk membentuk karakter moral dan kinerja siswa. Hal itu bisa dimulai dari kebiasaan berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

"Kita akan membangun kegiatan nonkurikuler yang selama ini kurang perhatikan. Padahal sengat penting dalam kegiatan pendidikan," kata Anies pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Sosialisasi Gerakan Pemberdayaan Karakter di Sekolah yang dihadiri kepala Dinas Pendidikan provinsi, kabupaten/kota se- Indonesia di Gedung Kemdikbud, Jumat (10/7).
Kebiasaan baru yang dicanangkan oleh Mendikbud Anies pada tahun ajaran baru 2015/2016 adalah berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum memulai belajar dan sebelum pulang sekolah. Namun, untuk mengakhiri pelajaran dapat dinyanyikan lagu daerah atau lagu bertema patriotisme.
"Anak harus dibiasakan menyanyikan lagu Indonesia Raya atau lagu patriotisme untuk menumbuhkan cinta Tanah Air," ujarnya.
Mantan rektor Universitas Paramadina menambahkan, orangtua juga harus berpartisipasi dan dekat dengan sekolah. Orangtua wajib datang dan menyempatkan waktu untuk mengetahui aktivitas anak melalui obrolan sebagai sebuah pendekatan.
Menurut Anies, anak yang terbiasa menceritakan kebiasan keseharian secara tidak sadar akan membentuk anak menjadi berani berbicara di depan umum.
"Kita juga bisa memperkenalkan keragaman kebiasaan unik. Mulai dari belajar kelompok bersama, berdoa besama, dan upacara bendera bersama untuk membiasakan anak berinteraksi dengan lingkungan," kata Anies. *(red)
Wong Kae Koran Republik News at 7/10/2015 05:05:00 AM
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Search

Popular Posts

  • Bantuan Sapi Kelompok Peternak Desa Pryungan Nganjuk
  • Dispendik Kota Malang Fokus Pergunakan K13
  • Pelantikan DIRUT PD Jasa Yasa Malang
  • PASAR BUKU GRAMEDIA IKUT MERIAHKAN HARI JADI PACITAN YANG KE-270

Blog Archive

  • February (1)
  • January (5)
  • December (37)
  • November (46)
  • October (46)
  • September (11)
  • August (73)
  • July (48)
  • June (48)
  • May (51)
  • April (38)
  • March (65)
  • February (23)
  • January (31)
  • December (1)

Iklan

Iklan

Contact us

Name

Email *

Message *

Comments

Audio Image Background.

Posting Berita

  • Halaman
  • Group
  • Facebook
PT.Media Republik Online. Travel theme. Powered by Blogger.