![]() |
| foto: anggota team LR |
Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani(JITUT)
merupakan kegiatan dari bidang sarana prasarana Dinas Pertanian tanaman pangan yang bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya
kekurangan air terutama pada musim kemarau,mengefisienkan
penyediaan air irigasi,tingkat usaha tani serta meningkatkan produksi dan
produktivitas tanaman pangan dan hortikultura dengan adanya kegiatan
pembangunan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT).
Faktanya
sangat jauh dari harapan dan masih berkutat dari persoalan klasik yakni masalah
ketidak beresan pelaksanaaan program itu sendiri,kondisi ini sangat
miris,program pertanian yang seharusnya menjadi pendorong kesejahteraan petani
malah sebaliknya pembangunan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT),yang
jauh dari harapan dan terkesan asal-asalan pembangunannya.
Seperti
halnya Program Jitut desa Mlokolegi Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk
sangatlah menyedihkan dan tidak sesuai dengan RAB dan menyimpang dari
juklak/juknis yang ada. Hal ini di buktikan ketika anggota team Lintas
Republik terjun langsung lapangan untuk melihat lokasi.
Saat di
lapangan team melihat adanya beberapa penyimpangan seperti untuk pembuatan cor
plat beton tidak memakai batu pecah kali untuk campuran pada saat
pengecoran,anggota lintas republik berusaha konfirmasi kepada Jogotirto selaku
ketua Hippa yang mendapatkan program jitut melalui hand phone. Menurut
keterangan Ketua Hippa bahwa pengerjaan itu semua sudah sesuai dengan RAB
dan juklak/juknis yang ada kalau gak percaya coba langsung tanya kepada Dinas Pertanian Nganjuk, dan pada saat ditanya mengenai batu pecah jogo tirto tidak
menjawab dan hand phone langsung putus,

No comments:
Post a Comment