Nganjuk
–Lintas Republik (1/6/15)
Sejumlah
pegawai UPTD Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk mengeluhkan sikap dan etos kerja pimpinannya,
Sutono selaku Kepala UPTD dinilai sesuka hatinya bekerja.
akhir ini yang bersangkutan bak raib ditelan bumi, akibatnya anggotanya menjadi terkatung-katung.
Kepada awak media Lintas Republik ini sejumlah pegawai yang bekerja di unit pelayan itu mengaku tidak memiliki semangat lagi dalam bekerja menyusul pimpinan mereka tidak pernah masuk kantor. Parahnya lagi, mereka mengaku selama terakhir ini tidak pernah masuk kantor.
"Kami tidak tahu di mana pimpinan kami berada sekarang, sudah menjadi ini tak pernah nongol di kantor, kami pun tak pernah kordinasi kalau ada acara dikantor sampai saat ini," katanya.
Ditanya apakah mereka tidak pernah menuntut keberadaan pimpinanya itu kepada pejabat yang lebih tinggi, mereka mengaku ingin melakukannya tapi mereka tidak berani karena Tono selaku Kepala UPTD sering mengancam mereka akan dipecat jika mereka banyak ngomong.
"Kami ingin menginformasikannya kepada pejabat yang lebih tinggi, tapi takut karena kami diancam akan dipecat kalau kami coba-coba cerita," terang pegawai-pegawai yang tidak berkenan disebutkan namanya itu.
Namun benar kata pepatah, sepandai-pandai menyembunyikan bangkai akhirnya tercium jua. Bau busuk yang ada di UPTD Baron Kabupaten Nganjuk itu rupanya belum tercium oleh Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk
"Memang benar, Kepala UPTD itu sudah jarang sekali masuk kantor," kata Parman(samaran,red) melalui telepon Jumat (29/5).
Terkait hal itu seharusnya Dinas Pertanian melakukan sejumlah tindakan berupa teguran dan peringatan kepada Kepala UPTD. Dan pihaknya telah memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk memperbaiki kinerjanya selama beberapa bulan. Hanya saja kesempatan itu tidak dipergunakan sebaik-baiknya bahkan tingkah yang bersangkutan semakin menjadi-jadi.
Hal senada dikatakan Kordinasi LSM GALAK Jaenuri untuk mengusulkan kepada Bupati Nganjuk untuk dilakukan pergantian atas yang bersangkutan. bersambung....*(sk/LR)
akhir ini yang bersangkutan bak raib ditelan bumi, akibatnya anggotanya menjadi terkatung-katung.
Kepada awak media Lintas Republik ini sejumlah pegawai yang bekerja di unit pelayan itu mengaku tidak memiliki semangat lagi dalam bekerja menyusul pimpinan mereka tidak pernah masuk kantor. Parahnya lagi, mereka mengaku selama terakhir ini tidak pernah masuk kantor.
"Kami tidak tahu di mana pimpinan kami berada sekarang, sudah menjadi ini tak pernah nongol di kantor, kami pun tak pernah kordinasi kalau ada acara dikantor sampai saat ini," katanya.
Ditanya apakah mereka tidak pernah menuntut keberadaan pimpinanya itu kepada pejabat yang lebih tinggi, mereka mengaku ingin melakukannya tapi mereka tidak berani karena Tono selaku Kepala UPTD sering mengancam mereka akan dipecat jika mereka banyak ngomong.
"Kami ingin menginformasikannya kepada pejabat yang lebih tinggi, tapi takut karena kami diancam akan dipecat kalau kami coba-coba cerita," terang pegawai-pegawai yang tidak berkenan disebutkan namanya itu.
Namun benar kata pepatah, sepandai-pandai menyembunyikan bangkai akhirnya tercium jua. Bau busuk yang ada di UPTD Baron Kabupaten Nganjuk itu rupanya belum tercium oleh Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk
"Memang benar, Kepala UPTD itu sudah jarang sekali masuk kantor," kata Parman(samaran,red) melalui telepon Jumat (29/5).
Terkait hal itu seharusnya Dinas Pertanian melakukan sejumlah tindakan berupa teguran dan peringatan kepada Kepala UPTD. Dan pihaknya telah memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk memperbaiki kinerjanya selama beberapa bulan. Hanya saja kesempatan itu tidak dipergunakan sebaik-baiknya bahkan tingkah yang bersangkutan semakin menjadi-jadi.
Hal senada dikatakan Kordinasi LSM GALAK Jaenuri untuk mengusulkan kepada Bupati Nganjuk untuk dilakukan pergantian atas yang bersangkutan. bersambung....*(sk/LR)

No comments:
Post a Comment