Kasat Narkoba Polrestabes Semarang AKBP Eko Hadi menunjukkan minuman
keras jenis ciu beserta tersangka pengirimnya,
Semarang – Lintas Republik
Pendapatan hampir Rp 2 juta
sebagai sopir truk ekspedisi dirasa Agus Daryanto (32) tak cukup untuk memenuhi
kebutuhan keluarganya.
Selama bekerja sebagai sopir truk setahun terakhir, Agus mengangkut
sembilan bahan pokok seperti beras, buah dan sayur. Bawaannya berubah sejak
tiga minggu lalu, setelah mendapat telepon dari seseorang untuk mengantarkan
barang ke Bogor.
Barang tersebut 40 kardus besar minuman keras jenis ciu. Di tiap kardus
berisi jirigen 25 liter ciu. Agus mengaku mulanya tak tahu barang apa yang
harus diantar ke Bogor, Jawa Barat. Yang jelas Agus di
perintah orang tersebut untuk mengangkut dan mengantar barang tersebut. Sesampainya
di Bogor, barulah ia tahu isinya.
Lagipula, Agus tak mau ingin tahu barang yang diangkut ke atas truk Colt
Diesel AD 1434 YE warna kuning yang dibawanya. Pasalnya, bayaran mengantar
barang kali ini cukup besar, Rp 3,9 juta.
"Kalau sama uang makan sekitar Rp 4 juta lebih," kata Agus di
Polrestabes Semarang, Jawa Tengah.
Pengiriman pertama berhasil tanpa ada kendala. Lantaran tergiur
keuntungan besar, Agus kembali menerima orderan pengiriman minuman keras ciu
dari Solo ke Bogor untuk kedua kalinya.
Kali ini Agus membawa 2.448 botol ciu dan 39 jirigen isi 25 liter. Tetapi
kali ini dewi fortuna tidak berpihak pada dirinya ( alias apes ), polisi
menangkap dan menyita barang bawaannya, sehari sebelum berita ini di langsir.
Polisi curiga isi muatan truk Agus lalu mencegatnya di pintu tol Krapyak.
Agus dan kernetnya,
Triyanto (27), tak bisa mengelak ketika polisi menggeledah isi truk. Ribuan
liter ciu ini rencananya akan dibawa ke Sentul, Bogor, orang yang sebelumnya juga meminta Agus mengantar barang serupa.*
kontributor Semarang,MR (Red.)

No comments:
Post a Comment