MALANG – Lintas Republik
Maraknya aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor, terinspirasi keadaan
tersebut dunia pendidikan merasa berkepentingan pula mencari solusi untuk
mengantisipasi hal tersebut agar tidak berulang, dengan porsi dan kemampuan
para cendekia insan pendidikan untuk menghaturkan karya - karya anak bangsa
seperti yang di lakukan oleh siswa-siswi SMK Negeri 6 Kota Malang baru-baru ini menemukan solusi yang di maksud.
Para siswa Jurusan Ototronik di sekolah negeri tersebut menciptakan
mesin anti begal yang diberi nama “mikrokontroler”.
Mesin ini dipasang di bawah jok motor. Sebelum mengendarai motor,
pengendara harus mengaktifkannya terlebih dahulu.
Setelah mesin tersebut diaktifkan, perangkat tersebut akan membaca
pergerakan kunci motor. Apabila motor dinyalakan dengan cara dipaksa atau
menggunakan kunci T, klakson akan 'berteriak' dan mesin mati secara otomatis. Menurut
kebiasaan yang paling sering dilakukan para maling dan begal motor menggunakan
kunci T untuk mencuri motor.
Karya anak-anak SMKN 6 Malang ini dipamerkan dalam upacara Hari
Pendidikan Nasional di Balai Kota Kota Malang Sabtu 2 Mei 2015
pekan lalu,
Kepala Sekolah SMKN 6 Malang, Asikhari mengatakan, mesin
anti maling ini dikerjakan hanya dua minggu oleh para siswanya. Hasil uji
cobanya membuat kagum Wali Kota Malang Muhammad Anton.
“Harapannya,
masyarakat bisa mencegah aksi pembegalan paling tidak untuk mengurangi aksi kriminal
tersebut, dan yang terpenting untuk keselamatan publik,” ujarnya beliau.*(
hsb/Red. ).

No comments:
Post a Comment