Koran Republik News

Friday, February 6, 2015

Anggota DPRD Penembak Aktivis


Madura,LR
Seorang anggota DPRD Bangkalan, Madura, ditangkap polisi terkait dugaan kasus pembunuhan aktivis antikorupsi.
Saat ditangkap di sebuah hotel di Surabaya, anggota DPRD itu didapati sedang meniduri seorang ABG yang ternyata adalah anak tirinya sendiri
Kepolisian Daerah Jawa Timur masih mendalami kasus penembakan aktivis antikorupsi asal Bangkalan, Madura, Mathur Husairi.
Sejak dia ditembak pada 20 Januari 2015 di depan rumahnya, Jalan Teuku Umar 43, Bangkalan, aparat Unit Kejahatan dengan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur masih menelusuri pelaku dan dalang penembakan tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dan olah tempat kejadian perkara, muncul dugaan kuat bahwa dalang penembakan Mathur adalah Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bangkalan Aldi Alfarizi alias Kasmo.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Kombes Awi Setiyono, Selasa, 3 Februari 2015 menerangkan "Berdasarkan temuan bukti sementara,polisi menangkap Aldi dan Reza di sebuah hotel di Surabaya pada Senin, 2 Februari 2015,sekitar pukul 22.00 wib. 
Dalam penangkapan itu, polisi menemukan dua kamar yang disewa sejak 1 Februari. "Satu kamar dipakai untuk saudara R (Reza), yang ternyata selama ini dekat dengan AA (Aldi Alfarizi). Satu kamar lainnya dihuni oleh AA, dan di situ ada seorang gadis di bawah umur, perkiraan 16 tahun," ujar Awi.
Polisi juga menemukan barang bukti berupa Suzuki APV bernomor polisi M-503-GP, Toyota Avanza M-307-HA, lima telepon seluler yang saling terhubung, satu airsoft gun, tiga keris, dan satu buku tabungan. Aliran dana dalam tabungan tersebut tengah ditelusuri polisi.
Berbekal barang bukti itu, polisi meringkus dua warga Bangkalan berinisial S dan M pagi harinya. Dua pria ini diduga sebagai eksekutor penembakan Mathur. Adapun Reza ditengarai berperan sebagai tukang gambar alias orang yang mengamati keseharian Mathur sebelum aktivis itu ditembak.

No comments:

Post a Comment

Search