Koran Republik News

Saturday, January 31, 2015

Pasutri Meninggal Setelah Duel Di Ranjang


Sepasang suami istri di Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terlibat duel. Istri tewas seketika dengan luka 11 tusukan, sementara suami kritis karena mengalami luka sobek di bagian perut.


Petugas kamar jenazah Rumah Sakit Arjawinangun Kabupaten Cirebon menunjukkan tubuh Sunenti (34) yang tewas setelah terlibat cekcok dan saling bacok dengan suaminya, Kusen (37). 

Petugas menemukan sebanyak 11 titik luka tusuk di sekujur tubuh korban. Beberapa luka tusuk itu terdapat di bagian telinga, rahang, dada kanan, dada kiri, perut, paha, lutut, kaki, dan beberapa di bagian tubuh lainnya.                                      illustrasi gambar

Kepolisian terus memeriksa seisi ruangan dan menemukan buku catatan milik Sunenti. Petugas juga berusaha mencari foto Sunenti dan Kusen, namun tak ditemukan.

Sementara itu Kepala Desa Winong Syahroni, mengatakan, warga sekitar tidak ada yang menyangka akan terjadi demikian. Pasalnya, meski ditinggal kerja TKW bertahun-tahun, pasangan suami istri ini dikenal baik dan harmonis. Mereka memiliki dua anak perempuan yang juga baik dan Kepala Desa Winong, Syahroni, menjelaskan, pasangan suami istri ini diduga terlibat cekcok di dalam kamar rumah mereka. Lantaran pintu terkunci rapat, kakak kandung Sunenti, Sadullah, mendobrak pintu kamar dan melihat keduanya terkapar dan bersimbah darah di atas kasur.


"Setelah Sunenti membeli sarapan, awalnya terdengar suara jeritan dan teriak minta tolong dari dalam kamar. Sadullah berusaha melihat, tetapi pintu terkunci. Akhirnya, ia dobrak dan keduanya (suami istri itu) terkapar penuh darah di atas kasur. Sadullah juga yang menarik pisau badik dari pinggul belakang Sunenti," kata Syahroni di ruang jenazah.


Kapolsek Gempol Kompol Purnama menjelaskan, Sunenti baru saja pulang dari Arab Saudi, satu minggu lalu. Ia sudah sekitar 3 tahun menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Arab. Saat ini, Sunenti sedang cuti untuk mengunjungi orangtuanya yang sedang sakit.
"Kami masih mendalami motif dan alasan kasus kejadian (pasutri saling bacok, red) ini. Masih banyak dugaan, termasuk di antaranya soal kecemburuan," ungkapnya.

Salah satu petugas yang mengamankan telepon genggam milik Sunenti berusaha memeriksa seluruh akses komunikasi terakhir. Melalui aplikasi "Line", petugas menemukan percakapan Sunenti dengan pria lain yang cukup mesra.

Percakapan itu sudah berlangsung cukup lama, dengan bahasa-bahasa yang cukup intim. Petugas menduga, sebelum insiden saling bacok, Kusen membaca seluruh percakapan dan cemburu, lalu melakukan tindakan kekerasan."Seluruh kemungkinan masih terjadi. Kami masih mendalami kasus ini, termasuk mencari pria yang berada di dalam telepon genggam itu," katanya.(edt,kp_bir)


No comments:

Post a Comment

Search