Koran Republik News

Wednesday, January 14, 2015

JL.MUSTOFA KAMAL PASA

Arti Sebuah Nama Seorang BUPATI         

Mojokerto -Lintas Republik
Mustofa Kamal Pasa(MKP) atau yang kita ketahui adalah nama Bupati Mojokerto menjadi pembicaraan hangat dalam masyarakat khalayak umum dan publik.

Seperti yang di ketahui Proyek pembangunan Jalan Wana Wisata Air panas Pacet sepanjang 4.6km dan Lebar 7meter ,yang dikerjakan oleh pemenang tender PT.Gorip Nanda Guna pada awal bulan April 2014 meskipun telah diselesaikan akhir Desember 2014 lalu,dinilai belum rampung 100%/persen.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum(DPU) Kab.Mojokerto,Zaenal Abidin pekerjaan proyek pembangunan ruas jalan yang menghubungkan wana wisata pemandian air panas Padusan dengan Desa Claket ini secara keseluruhan dibangun dengan konstruksi beton. "Karena di nilai bisa mengirit anggaran lebih murah hingga 10% persen dibandingkan menggunakan aspal, kemudian umurnya juga lebih panjang, dan juga untuk bahan  konstruksi beton menggunakan produk dalam negeri,

Untuk anggaran pekerjaan proyek pembengunan dan peningkatan jl.MUSTOFA KAMAL PASA ini,Pemkab Mojokerto tidak tanggung-tanggung telah mengalokasikan dana sebesar Rp 14,134 miliar yang bersumber dari anggaran APBD tahun 2014.
Belum lagi  untuk anggaran Penerangan Jalan Umum (PJU),yang sekarang masih terpasang sekitar 80-100  titik lampu penerangan,Pemkab.Mojokerto juga harus mengeluarkan lagi dana sebesar Rp 1 miliar.

"Kepala PU Kab.Mojokerto,Zainal Abidin juga menuturkan, Proyek ini mulai digarap April 2014 lalu. Tahap pengecoran telah rampung akhir Desember lalu. Sayangnya, fasilitas keamanan jalan berupa rambu-rambu peringatan dan pembatas jalan belum terpasang padahal untuk Tahun 2015 juga akan dibangun fasilitas penunjang jalan yaitu berupa trotoar selebar jalan 1.5meter yang rencananya akan dikerjakan dalam waktu dekat dengan anggaran sebesar Rp 3,484 miliar.

 Sangat disayangkan Nama seorang Bupati Mojokerto yang di pakai sebagai nama sebuah jalan yang menghubungkan wana wisata pemandian air panas Padusan dengan Desa Claket, Kecamatan Pacet, menuai banyak kritikan baik dalam instansi pemerintahan, birokrasi dan masyarakat umum khususnya wilayah Mojokerto.
Menurut penileian salah satu warga setempat nama Mustofa Kamal Pasa yang saat ini menjabat sebagai bupati Mojokerto, dinilai belum layak untuk diabadikan sebagai nama jalan. Ada juga yang mengatakan kalau jalan tersebut bukan milik Bupati MKP tapi kenapa harus memakai nama Bupati MKP,dia juga bukan pahlawan Nasional yang namanya harus di abadikan untuk sebuah nama jalan,jangan-jangan nama itu digunakan untuk promosi atau kampanye menjelang Pilkada 2015.
(wr_LintasRepublik)

No comments:

Post a Comment

Search