Koran Republik News

Friday, January 16, 2015

GUBENUR JATIM BERHARAP POSKO AIRASIA DIGRAHADI


Surabaya. Lintas Republik - Kendati proses evakuasi dan identifikasi korban belum selesai dilakukan, sejumlah keluarga korban pesawat Air Asia QZ8501 kerap mempertanyakan dan mempersoalkan klaim asuransi. Menyikapi banyaknya persoalan di bidang keuangan tersebut, Gubernur Jatim Soekarwo meminta agar posko Air Asia untuk penanganan asuransi bisa dilakukan di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
“Pemerintah berharap posko di Grahadi dan kami memberikan tempat. Itu tempatnya (gedung sebelah Barat Grahadi) sudah jadi dan sudah renovasi sehingga bisa digunakan.  Penanganan dan pelayanannya bisa lebih bagus kalau tempatnya mudah (diakses),” kata Soekarwo, Kamis (15/1).
Menurut dia, permasalahan keuangan dari insiden Air Asia yang jatuh di Selat Karimata ini cukup rumit, sehingga, jika dipindaH di Grahadi, posko tersebut bisa menjadi proses penyelesaian asuransi, uang di bank, hutang, dan bisa juga siapa ahli warisnya. “Petugas nanti ada dari pengadilan tinggi, pihak asuransi, pihak air asia, dan juga OJK,” tuturnya.
Tim tersebut juga akan memastikan apakah penumpang yang menjadi korban pesawat jenis Airbus A320-200 tersebut. “Jadi harus dicek betul apakah betul-betul naik pesawat atau tidak atau dia pergi ke tempat lain,” katanya.
Selain itu, jika itu menyangkut soal waris, maka akan ditentukan pula siapa keluarganya menerima klaim asuransi. “Apa orang tua masing-masing. Kalau tinggal anak siapa ahli warisnya. Penentuan ini diselesaikan di pengadilan sesuai lokus (domisili setiap korban) dan ini dikoordinasikan oleh Pengadilan Tinggi Jatim,” ujarnya.
Belum lagi, lanjutnya, jika yang meninggal punya hutang. Dalam hal ini ada hak ahli waris menolak hutang tersebut. Terlebih ada yang simpan uang di SDB (safe deposite box). “Banyak hal terkait bidang keuangan yang akan disengketakan. Untuk itu dengan adanya posko di Grahadi maka kami bisa memfasilitasi dan memantau secara intensif. Selain itu disini juga keamanan terjamin,” ungkapnya.
Selama ini, kata Pakde Karwo, masyarakat sudah tahu bahwa Gedung Grahadi adalah tempat bagi komunitas yang meminta penjelasan dan pelayanan, baik penjelasan tentang bencana alam maupun tempat berkumpulnya masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya. Karena itu, pihaknya mengaku siap memberikan fasilitas untuk pihak-pihak terkait menangani segala bentuk permasalahan, khususnya bagi keluarga korban Air Asia.
Sebelumnya, Gubernur memastikan pengurusan asuransi bagi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 melalui satu pintu, yakni OJK untuk mengantisipasi sengketa keluarga atau ahli waris. Ia mengatakan, semua di bawah komando OJK Jatim yang mendapat tugas khusus dari OJK Pusat mengawal proses pencarian asuransi bagi korban AirAsia. (afr-red)


No comments:

Post a Comment

Search